BALANGAN : JANGAN ADA LAGI ISTILAH GILA

Admin Senin, 29/10/2018 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 83 hits

Dinkes_Blg-Gila atau sakit jiwa adalah istilah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Penyebutan yang pada akhirnya membangun stigma negatif bagi penderitanya.

“Padahal berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa, mereka ini adalah orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Dan mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” Ungkap kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Hajjah Siti Raudah saat ditemui di ruang kerjanya, hari ini tadi Selasa (30/10/2018). 

Ditambahkannya, sekarang ini sudah bukan rahasia lagi bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan telah mampu menyembuhkan orang dengan gangguan kejiwaan, sehingga mereka dapat hidup kembali normal seperti sediakala.

“Penyebutan yang salah terhadap orang dengan gangguan kesehatan jiwa ini, malah membuat mereka semakin tertekan. Tak sedikit pula keluarga ataupun lingkungan sekitar yang menganggap sebagai aib sehingga dikucilkan. Efeknya, ini semua malah menghambat penyembuhan,” urainya.

Lebih lanjut dijelaskannya, demi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penanganan ODGJ, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan akan menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Advokasi kesehatan jiwa di Aula Benteng Tundakan pada hari rabu, 31 Oktober 2018 dengan narasumber Tim Sambang Lihum Keliling (Saliling) RSJ Sambang Lihum, dan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Balangan.

“Kegiatan ini akan diikuti oleh Kepala Puskesmas, Dokter dan Pengelola Program jiwa dan para lintas sektor terkait seperti Dinas Sosial, Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Pemerintahan Desa, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, disampaikannya pula harapan bahwa dengan kegiatan ini nantinya akan terbentuk tim kesehatan jiwa, kerjasama lintas program dan lintas sektor yang semakin solid, selain itu juga sebagai upaya untuk semakin meningkatkan pelayanan kesehatan, serta evaluasi pelayanan kesehatan jiwa selama ini.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, saat ini ada sekitar 180 penderita penderita yang menjalani pengobatan di Puskesmas. Jumlah penderita terbanyak berada di Puskesmas Lampihong dan Puskesmas awayan dengan 31 kasus, sedangkan yang terendah ada di wilayah kerja Puskesmas Uren dengan 4 kasus. [Rie]


: tanpa label

KOMENTAR

Info! Data tidak atau belum tersedia.
"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"