DINKES BANJAR DUKUNG SATU DATA KESEHATAN KABUPATEN BALANGAN

Admin Kamis, 18/10/2018 Sekretariat 56 hits

Dinkes_Blg--Tidak ada perbedaan data, mudah diakses kapan saja dan dimana saja merupakan esensi nilai yang diharapkan dari Gerakan Satu Data yang digaungkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selama ini.Untuk itu semua, maka pengelolaan data di fasilitas kesehatan harus terkomputerisasi dan terkoneksi dengan jaringan internet.

Agar dapat mewujudkan ini semua, maka bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dirasakan perlu untuk banyak belajar dari beberapa Kabupaten yang telah lebih dulu memberlakukan pengelolaan data kesehatan secara online seperti di Kabupaten Banjar dengan aplikasi SIKDA Generik nya.

Untuk memberikan gambaran pelaksanaannya, secara khusus Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar diundang untuk memberikan paparan kepada Kepala Puskesmas, Pengelola Data Puskesmas, perwakilan poli umum, Poli KIA, dan Petugas Apotik se Kabupaten Balangan, serta Pengelola Program Sistem Informasi Kesehatan pada hari ini tadi, Kamis (18/10/2018) di Aula Dinas Kesehatan setempat.

“SIKDA Generik digunakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, selain karena gratis juga merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kemenkes sendiri,” ujar Dedi Kurniadi selaku Narasumber mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar pada kegiatan tesebut yang dikemas dalam sossialisasi SIKDA Generik Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Tahun 2018.

Ditambahkannya, Puskesmas sebagai pelaksana kesehatan terendah, selama ini mengalami kesulitan dalam melakukan pelaporan karerna banyaknya laporan yang harus dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai program di Kementerian Kesehatan.

“Aplikasi memang membantu. Namun kalau aplikasi berbeda-beda, hal ini Cuma menimbulkan tumpang tindih dalam pengerjaannya. Sehingga menghabiskan banyak sumberdaya dan waktu dari petugas puskesmas,” ujar lelaki ramah yang dalam kesehariannya merupakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tersebut.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan kesadaran ini pula maka kabupaten Banjar berkesimpulan bahwa, semua aplikasi dalam pengumpulan dan pengolahan data harus menginduk kepada siapa data diserahkan atau diminta.

“Tak perlu takut, aplikasi SIKDA Generik yang sampai sekarang ini sudah sampai pada versi 1.4 ini telah berstandar nasional. Kami rasakan, produk Kementerian Kesehatan ini telah mampu memudahkan dalam mengakomodir kebutuhan data dari tingkat pelayanan kesehatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurul Pariningsih narasumber lainnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga ikut menyampaikan bahwa, yang diperlukan untuk mendapatkan aplikasi ini pun sangat mudah saja, Kementerian Kesehatan hanya meminta syarat Puskesmas telah mempunyai setidaknya komputer 5 buah yang akan digunakan pada loket, pelayanan, apotik, admin, dan kasir, juga sudah terpasang listrik dan akses internet. Selanjutnya untuk maintenance aplikasi dan upgrade difasilitasi oleh kementerian kesehatan RI sendiri. 

Dijelaskannya, saat ini Kabupaten Banjar dengan 24 puskesmas, 6 Puskesmas telah menggunakan aplikasi SIKDA Generik. Selanjutnya, bekerjasama dengan Diskominfo, data tersebut sekarang ini telah  tersaji di command Center Bupati Banjar.

“Dengan Diskominfo, kami terus mengupayakan pemasangan internet gratis di semua Puskesmas dan Pustu yang belum ada jaringan internet. Sehingga target kami, semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Banjar akan menggunakan aplikasi SIKDA Generik,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri paparan, diinformasikannya pula bahwa SIKDA Generik Kabupaten Banjar telah pula bridging dengan data kependudukan, bridging pula dengan Pcare BPJS sehingga tidak perlu input ulang pasien BPJS.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hajjah Siti Raudah dijelaskannya bahwa, saat ini Dinas Kesehatan memang sedang berupaya menjadi Satu Data Kesehatan Kabupaten Balangan. Sehingga untuk dapat mendukung terlaksananya upaya ini, diperlukan aplikasi rekam medis yang sesuai sesuai dengan kebutuhan.

“Memang selama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan telah lama menggunakan aplikasi Simpus dalam proses rekam medis di fasilitas kesehatan. Namun, demi mengembangkan program satu data kesehatan, tentu saja kami memerlukan banyak referensi agar percepatan tujuan dapat segera terwujud,” ujarnya.

Ditambahkannya, sebagai sebuah kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Selatan, sudah sepantasnya Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan belajar kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang sudah sangat berpengalaman dan terbukti mampu melaksanakan harapan dari satu data itu sendiri.

“Untuk itu kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Balangan. Sebuah harapan yang tulus kami haturkan agar sudi kiranya kami dibimbing sehingga dapat pula menjadi lebih baik. Pada akhirnya dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, sosialisasi SIKDA Generik Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Tahun 2018, dibuka secara resmi,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain dilaksanakan pemaparan bagaimana Kabupaten Banjar bergerak dalam melaksanakan program data kesehatannya. Turut disampaikan pula bagaimana praktik SIKDA Generik di aplikasikan pada Puskesmas oleh pengelola data Puskesmas  Martapura I, Hendri. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"