TANGGULANGI HIV/AIDS : DINKES PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DAN KABUPATEN BALANGAN SASAR PARA WARIA DENGAN FGD

Admin Kamis, 11/08/2016 Internal 877 hits

Paringin-Waria merupakan salah satu populasi kunci yang berisiko tinggi terjangkit penyakit HIV/AIDS. Penerimaan masyarakat dan sulitnya mendapatkan identitas menjadi beberapa faktor yang menyebabkan mereka memilih untuk turun kejalan dan bersinggungan dengan HIV/AIDS.


"Selain itu, terbatasnya lahan kerja juga membuat banyak dari waria terpaksa melakukan pekerjaan yang rentan penyakit yang menyerang imun tubuh tersebut. Oleh karenanya, waria pun akan terus lahir dan meningkat jumlahnya," ujar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Benny Rahmadi, SKM,M.Kes., yang ditemui di Aula Bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kamis (11/8), sesaat sebelum kegiatan FGD

Dijelaskannya, FGD  atau Focus Group Discussion adalah suatu proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok, dan umumnya dilaksanakan pada populasi sasaran yang homogen atau mempunyai ciri-ciri yang sama.

"Umumnya, kasus HIV dan AIDS diidap sebagian besar oleh kelompok berperilaku risiko tinggi yang merupakan kelompok yang termarginalkan, maka program program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS perlu mempertimbangkan aspek hukum dan hak asasi manusia dengan mengutamakan pemberdayaan, kemitraan, dan kesetaraan, sehinggga FGD merupakan metode yang sangat sesuai," pungkasnya.

Ditambahkannya, segala upaya penanggulangan HIV/AIDS haruslah menyeluruh, sehingga kegiatannya semua haruslah berupa promosi, pencegahan, tidak hanya berupa pengobatan dan perawatan saja.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDs Provinsi Kalimantan Selatan, Mursalin, SKM,M.Kes., mengatakan, penularan dan penyebaran HIV/AIDs sangat berhubungan dengan perilaku berisiko yang dipraktikkan masyarakat, oleh karena itu upaya penanggulangan harus memperhatikan kelompok masyarakat yang mempraktikkan perilaku tersebut, faktor yang berpengaruh, baik faktor pemicu maupun faktor pendukung perilaku tersebut.

"FGD merupakandiskusi kelompok yang terarah,dari itu semua kita tidak hanya mendapatkan informasi,  kita juga bisa langsung masuk secara langsung kekelompok tersebut dengan lebih mudah, karena pasti akan terbentuk suasana yang akrab, saling percaya," tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, dr.Hj. Adawiyah.,Mengatakan tahun 2011 pengguna jarum suntik mendominasi penyebab kasus HIV/AIDs diindonesia, namun sekarang ini terjadi perubahan, yang mendominasi malah dari kasus-kasus hubungan seks yang tidak aman.

"Untuk itu semua maka sasaran kami dalam pelaksanaan FGD ini adalah para Waria, harapannya dengan kegiatan ini, HIV/AIDs  tidak hanya diketahui oleh mereka dan mampu mencegah kejadian penyakit ini," tuturnya.

Dijelaskan olehnya kegiatan ini sebagai awal, dihadiri oleh anggota persatuan Waria di Kabupaten Balangan sebanyak 15 orang, dan selanjutnya akan direncanakan lagi kegiatan FGD pada tanggal 23 Agustus 2016 di Rumah Bungas Paringin. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"