P-IRT MANDAI CRYSPI HANDAK LAGI: DARI RUMAHAN NAMUN BUKAN MURAHAN

Admin Juma't, 05/08/2016 Internal 1282 hits

Paringin-Bagi orang Banjar, yaitu masyarakat asli mayoritas yang mendiami provinsi kalimantan selatan, mandai atau makanan berbahan dasar kulit cempedak, bisa juga nangka, dan tarap yang proses pengolahannya direndam dalam larutan air garam, tentu bukan makanan yang asing lagi.


Ditangan Mama Syauqi, mandai cempedak ini diolah menjadi penganan unik yaitu mandai crispy aneka rasa yang pantas masuk ke supermarket. Di tangannya makanan yang dianggap kelas bawah ini menanjak naik dan diterima disegala kalangan, setidaknya demikianlah kenyataan produk industri rumahan dengan label Mandai Crispy Mama Syauqi : Handak Lagi, sekarang ini.

"kami sendiri tidak pernah menyangka, produk kami ini bisa diterima, semua bermula dari berbagai percobaan, termasuk pada saat kami mencoba daftarkan produk kami ke Dinas Kesehatan kabupaten Balangan untuk mendapatkan nomor P-IRT atau nomor serial Pangan Industri Rumah Tangga. Semua seperti menjadi lebih mudah, kami mendapatkan pembinaan dari Dinas Kesehatan dan juga  Disperindagkop kabupaten Balangan", kata Arbainah, atau lebih dikenal dengan Mama Syauqi yang ditemui di Rumah Produksinya di Desa Mantimin, kecamatan Batu Mandi, Kamis (4/8/16).

Dijelaskannya, dari Dinas Kesehatan selain mendapatkan sertifikat P-IRT, ia juga mendapatkan sertifikat Penyuluhan, dan selebihnya mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara pengawetan, cara penulisan nomor P- IRT, sanitasi, bahan tambahan dalam produk olahan, dan lain-lain.

"Dari pelatihan yang diadakan tersebut, kami mengetahui bahwa P-IRT tersebut  bukan hanya sebagai izin edar produk skala rumah tangga kami, namun juga sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman yang  kami jual memenuhi standar keamanan makanan," tuturnya.

Sementara itu, Wandi Saputra,sang suami yang kebagian tugas memasarkan dan mempromosikan produk menambahkan, dengan mendapatkan nomor P-IRT  jalan usaha mereka semakin terbuka, selain menjadi binaan Dinas Kesehatan, dari Disperindagkop mereka mendapatkan pembinaan dan diajarkan tentang tehnik pemasaran dan promosi, bahkan sekarang ini produk-produknya dijadikan sebagai salah satu produk IKM khas Kabupaten Balangan dan diberikan kesempatan mengikuti pameran-pameran.

"Jujur, kami bukan siapa-siapa, sehingga tidak berani berpikir apalagi mengharap lebih, hanya mengharapkan produk kami diterima oleh masyarakat. Bila pada akhirnya produk kami mendapatkan penghargaan sebagai Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Kreatif (PUMK) Kabupaten Balangan 2016, kami sangat bersyukur karena mendapatkan pembinaan dari Dinas terkait di Kabupaten Balangan ini," tuturnya.

Dikatakannya mandai sudah merupakan bahan makan yang sangat dikenalnya sejak masih kecil, sampai sekarang pun ia  masih menikmatinya sebagai tambahan lauk makanan keluarga. Sekarang dengan tempat tinggalnya yang berada di kecamatan Batu mandi , sebuah daerah yang dikenal sebagai penghasil cempedak, menjadikannya semakin mudah menemukan makanan tradisi ini.

"Isteri lah yang mengkreasikan mandai seperti sekarang ini, dia tidak hanya pandai masak, namun juga pandai membuat kehidupan kami menjadi berwarna seperti sekarang ini," ujarnya sambil melirik sang isteri yang sedang asyik mengemas produk olahan mereka.

Sang isteri pun tak mau kalah, iapun menyebut suaminya sebagai orang yang kuat, orang yang selalu menyemangati, mendukung, dan selalu menginspirasinya untuk melakukan sesuatu yang berarti.

"Label 'Handak lagi' ini sebenarnya tercetus dari dia, ini merupakan bentuk perhatian lebih yang saya rasakan sebagai isterinya, karena menurutnya dahulu ini merupakan perkataan yang sering diucapkan almarhumah ibu yang  berarti adalah mertuanya,dengan cara demikian setiap kali saya mengemas produk, saya selalu terkenang kepada ibu, ia memang suami yang hebat," pungkasnya.

sampai disini penulis tidak bisa berkata-kata lagi, disamping rumah mereka yang kemudian disulap menjadi rumah produksi Mandai cryspi buatan mereka, tidak hanya menjadi contoh industri rumah tangga yang sukses mengangkat nama Kabupaten Balangan, namun juga menjadi tempat bagaimana kebersamaan, dan cinta kasih menjadi padu, mengakar dalam menjadikan hidup ini tidak hanya indah, juga berarti. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"