PUSKESMAS AWAYAN: [PROSES] “ODF”KAN WILAYAH KERJANYA.

Admin Kamis, 28/07/2016 Internal 1501 hits

Paringin - Ketika setiap individu pada sebuah desa tidak lagi Buang Air Besar (BAB) sembarangan, itulah desa ODF (Open Defecation Free).


"Desa ODF termasuk dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, atau disingkat dengan STBM," Kata Sri Wininasari, AMKL., Sanitarian Puskesmas Awayan, saat melaksanakan Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di Desa Sungai Pumpung Kecamatan Awayan, kamis (28/7).

Dijelaskan olehnya, Proses verifikasi ini perlu dilakukan untuk memastikan terjadinya perubahan perilaku masyarakat di desa, dan untuk Desa Sungai Pumpung proses Verifikasi diambil secara acak, minimal 10 buah rumah setiap RT nya.

"Proses ini dilakukan sebelum melakukan deklarasi desa STBM, ataupun deklarasi desa Stop Buang air besar Sembarangan", tuturnya.

ia juga menambahkan, untuk Proses verifikasi akan  dilakukan jika ada desa yang menyatakan dirinya telah  mencapai desa STBM, atau desa SBS (contoh: melalui surat/lisan/elektronik dari Kepala Desa ke Pemerintah Kecamatan ditembuskan ke Puskemas) dan monitoring berkala untuk memastikan status desa STBM, atau status desa SBS (minimum sekali setiap dua tahun).

"Untuk pelaksanakan proses ini, dilaksanakan oleh tim Verifikasi melibatkan Pamsimas, Sanitarian Puskesmas, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Aparat Desa. Kami juga melibatkan masyarakat sebagai saksi dalam pelaksanaan verifikasi ini." pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Helmi, SKM., salah satu anggota tim Verifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, menambahkan bahwa perubahan perilaku memang menjadi tujuan dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).   

"Secara Teoritis,  STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan," tuturnya.

Dijelaskan olehnya indikator STBM itu ada 2 yaitu indikator outcome dan indikator output.

Indikator Output nya adalah Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF), Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga, Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar, setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar,  dan setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.

"sedangkan indikator Outcome nya adalah menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku." Pungkasnya [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"