DINKES BALANGAN LAKSANAKAN PELATIHAN SUPERVISOR & ENUMERATOR STUDI EHRA

Admin Kamis, 21/07/2016 Internal 1192 hits

Paringin - Sebagai rangkaian kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Bidang P2PL menggelar Pelatihan Supervisor & Enumelator Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) tahun 2016, di aula atas Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Kamis(21/07/16).


Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, dr. Hj. Adawiyah., pada kata sambutan pembukaan acara menyebutkan bahwa Pelatihan ini diikuti oleh Sanitarian dari 12 Puskesmas yang disiapkan sebagai enumerator, Kepala Pukesmas dan Kasubag TU  yang disiapkan sebagai koordinator kecamatan dan supervisor.

"Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Risk Assessment = EHRA) adalah sebuah survey partisipatif di tingkat Kabupaten/Kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga.", Jelasnya

Ditambahkan olehnya, Data yang dihasilkan dari kegiatan yang akan dilaksanakan setelah pelatihan ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi termasuk advokasi di tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat  kelurahan/desa.

Sementara itu, Hj. St. Raudah, SKM juga menyampaikan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan enumerator terhadap konsep EHRA, memahami kuesioner dan melakukan pengumpulan data dalam studi EHRA.

"Untuk Kabupaten Balangan, ini merupakan yang ke-2 kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya tahun 2013. Tahun 2016 sampling yang diambil adalah dari 50 desa, dengan jumlah responden sebanyak 2000," pungkasnya.


dijelaskannya manfaat pelaksanaan studi EHRA ini adalah  untuk mengumpulkan data primer tentang gambaran situasi sanitasi dan perilaku yang berisiko  terhadap kesehatan lingkungan dan untuk narasumber berasal dari Pokja Sanitasi dan Fasilitator tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.[Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"