PUSKESMAS PARINGIN : WASPADAI FLU SINGAPURA

Admin Selasa, 31/05/2016 Internal 1459 hits

Paringin - Kabar semakin merebaknya kasus Flu Singapura membuat banyak masyarakat merasa khawatir. Namun di balik itu, banyak juga masyarakat yang belum mengetahui apa dan bagaimana penyakit ini sebenarnya.


dr.Hj. Aulia A Setiawaty ,yang ditemui di ruang Kepala Puskesmas Paringin,selasa (31/05/16) menjelaskan bahwa Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut ini merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam familia Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio) terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus.

"Penyakit Ini dikenal juga sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease dan disingkat HMFD", jelasnya.

Ditambahkan olehnya bahwa Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil berusia 2 minggu sampai 5 tahun, dan terkadang 10 tahun, tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi pada musim panas.

"Penularan langsung dapat melalui droplet, pilek, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Sedangkan penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekret tersebut".

Dijelaskan olehnya, Pengidap penyakit ini biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha. Namun, pada penderita dengan kondisi tubuh yang baik, penyakit ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya selama 7-10 hari sejak gejala timbul.

Masa inkubasi Flu Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan gejalanya, yaitu demam tinggi lebih dari 38°C selama 2 hari, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, ruam merah, bayi dan balita akan rewel dan mudah marah, sakit perut, muntah dan batuk.

"Tentang pengobatan Flu Singapura ini karena disebabkan oleh virus, jadi Anda tidak Perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Karena penderita biasanya pulih dengan sendiri setelah kurang lebih satu minggu.", pungkasnya.

Ditambahkan lagi olehnya bahwa Anda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya, untuk meredakan rasa nyeri dan demam, diberikan obat penurun panas. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom Reye. Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

"Jangan memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup, karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan. Berikan banyak cairan mineral, tetapi bukan cairan jus buah, Mengkonsumsi makanan yang lembut dan bisa dimakan dengan sedotan bukan sendok yang bisa membuat luka pecah. Jika luka pada bagian kaki dan tangan menyebabkan kehilangan kuku maka rawat dengan cairan pembersih luka. Kuku biasanya akan tumbuh kembali setelah infeksi sembuh. Serta gunakan obat kumur untuk membantu mengurangi infeksi pada bagian mulut.", tegasnya.

Diakhir wawancara, ia juga menegaskan bahwa Pada dasarnya flu singapura adalah jenis penyakit menular yang sangat mudah menular. Untuk mengatasi penularan yang sangat cepat sebaiknya penderita yang terkena flu singapura tidak berada di tempat umum. Langkah ini diperlukan untuk mencegah agar infeksi tidak semakin meluas.

"untuk memastikan ini memang benar flu singapura, sebaiknya di bawa ke Puskesmas agar di ketahui kepastiannya, dan dapat segera tertangani dengan baik dan benar oleh petugas kesehatan", jelasnya mengakhiri wawancara.

Sementara itu, Hijriah Astuti, Petugas Poli Umum Puskesmas Paringin, menjelaskan bahwa kasus flu singapura di wilayah puskesmas dari data kunjungan pada Bulan ini memang agak lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.

"Kasus Flu Singapura pada bulan maret 1 Kasus, April 8 kasus, sedang pada bulan ini sudah ada 26 kasus yang ditangani di Puskesmas Paringin", Pungkasnya. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"