WASPADA DIFTERI

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: dbalangan18/detilpost.php

Line Number: 128

Backtrace:

File: /home/dinkeb28/public_html/application/views/template/dbalangan18/detilpost.php
Line: 128
Function: _error_handler

File: /home/dinkeb28/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 30
Function: view

File: /home/dinkeb28/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Senin, 22/02/2016 Internal 1725 hits

Setelah sekian lama tak terdengar tentang penyakit difteri, kembali kita dikejutkan dengan berita kejadian luar biasa kasus difteri di Cirebon,Majalengka, Bogor, Bekasi, Cimahi, dan Indramayu, Bagaimana dengan kabupaten Balangan?


Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, dr. Hj. Adawiyah, yang ditemui diruang kerjanya dengan tegas menanggapi dengan ucapan "WASPADA".

Ia memaparkan meskipun di kabupaten Balangan belum ada kejadian tersebut, namun ini harus tetap kita waspadai, karena kasus difteri adalah masalah yang serius, apabila disekitar kita ada yang positif terkena difteri, maka ini akan seperti penomena gunung es, di luar hanya ada 1 atau 2, namun dibelakangnya lebih banyak lagi yang kemungkinan terjangkiti penyakit ini.

"Penyakit ini sangat menular, sekitar 10% penderita difteri dapat berakibat fatal, bahkan bisa mengakibatkan kematian", beliau juga menjelaskan bahwa sejak awal abad ke-20, penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian bayi dan anak.

Selanjutnya dijelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yang disebut Corrybacterium Diphteriae, dan bakteri ini sering kali menular melaui percikan ludah yang berasal dari batuk penderita, benda, maupun makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

"penyakit difteri adalah penyakit infeksi akut yang terjadi pada saluran pernafasan bagian atas. dan biasanya penyakit ini banyak menginfeksi anak-anak, terutama yang masih berusia di bawah 15 tahun", tuturnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa bagian tubuh yang diserang oleh penyakit ini adalah tonsil (amandel), Faring(tekak) dan laring (tenggorokan) yang merupakan saluran pernapasan bagian atas. Selanjutnya ditambahkan olehnya, bahwa gejala difteri mulai terlihat dalam 1-4 hari setelah seorang anak terinfeksi bakteri difteri.

Tanda pertama yang muncul adalah sakit tenggorokan dan demam, serta gejala yang menyerupai pilek biasa. Akan timbul tenggorokan sakit, nyeri menelan, batuk yang keras, suara parau, terdapat mual, muntah, pada pemeriksaan akan terjadi peningkatan denyut jantung,pada kerongkongan akan terbentuk selaput atau membran yang tebal, berbintik berwarna hijau kecoklatan atau keabu-abuan, dengan kondisi ini si anak akan semakin sulit menelan dan semakin terasa sakit.

"jika bertambah parah, tenggorokan menjadi bengkak, sehingga menyebabkan sesak napas, bahkan sampai menutup jalan pernapasan. Keadaan selanjutnya, lapisan pembungkus jantung mengalami peradangan, sehingga anak berpotensi meninggal dunia secara mendadak", pungkasnya.

Tentang penatalaksanaan, dr. Hj. Adawiyah, menyatakan bahwa penyakit ini sangat menular, sehingga tidak bisa dirawat sendiri dirumah, "harus diisolasi. Oleh karen itu, bila anak sudah positif terkena difteri, maka secepatnya ia di rawat dirumah sakit, dan jangan sampai terlambat agar kondisi tidak semakin parah", katanya mengakhiri wawancara.

Yuspiteriadi, Wasor Imunisasi Dinas Kesehatan, turut menyanyangkan tentang adanya kasus difteri ini, dalam pandangannya perlu pengkajian mendalam tentang status Imunisasi penderita, karena sebenarnya penyakit ini dapat di cegah dengan imunisasi DPTHB-Hib.

"Imunisasi DPTHB-Hib diberikan untuk mencegah 5 penyakit sekaligus, yaitu difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus influenza. Imunisasi ini diberikan pertama kali saat anak berumur lebih dari 2 Bulan, kemudian 3 dan 4 bulan. Ulangan DPTHB-Hib diberikan pada umur 18 bulan, imunisasi akan diberikan lagi dalam program BIAS SD kelas 1,2 dan 3", tuturnya.

Selanjutnya ia juga menghimbau agar kejadian difteri tidak terjadi di Kabupaten Balangan, agar orang tua selalu membawa anaknya keposyandu, karena ditempat itulah anak mendapatkan imunisasi. Serta menjaga kebersihan, baik secara pribadi maupun lingkungan. Sebab, penyakit menular seperti difteri ini paling mudah menyebar dan menular di lingkungan yang buruk serta tingkat sanitasi yang buruk. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"