FOGGING : MENENANGKAN NAMUN TIDAK MENUNTASKAN

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: dbalangan18/detilpost.php

Line Number: 128

Backtrace:

File: /home/dinkeb28/public_html/application/views/template/dbalangan18/detilpost.php
Line: 128
Function: _error_handler

File: /home/dinkeb28/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 30
Function: view

File: /home/dinkeb28/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Kamis, 04/02/2016 Internal 991 hits

 

Musim penghujan telah tiba, kiblat berita pun mengarah kepada demam berdarah. Pertanyaannya, Haruskah penyakit ini selalu terjadi setiap tahunnya?


Petugas Fogging Dinkes BalanganTentu tidak ada orang yang berharap akan menjadi sakit, apalagi demam berdarah yang sampai sekarang ini dipercaya dapat membawa kematian bagi penderitanya.

 

Kejadian terkena demam berdarah disuatu daerah, pastilah akan menimbulkan kecemasan ditengah masyarakat. Masyarakat pun baru menjadi tenang apabila sudah dilaksanakan Fogging oleh Dinas Kesehatan.

"padahal Fogging atau pengasapan ini adalah upaya terakhir dalam memberantas nyamuk jika terjadi KLB atau kejadian luar biasa, dan bagaimanapun juga sifat fogging itu beracun ", tutur Hasmi, SKM., Pengelola Program Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

Ia pun menjelaskan bahwa fogging yang dilaksanakan hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, tidak termasuk jentiknya, akibatnya penularan DBD oleh nyamuk aedes aegypti masih sangat besar terjadi.

Sampai sekarang ini tidak ada Vaksin yang dapat mencegah kejadian demam berdarah, pengobatannya pun sebenarnya hanyalah mengatasi gejala yang timbul sebagai 'akibat ulah' virus dengue ini. "jangan pernah berpikir fogging dapat menyelesaikan kejadian demam berdarah, dengan fogging mata rantai perkembang biakan nyamuk tidaklah berakhir, sekali lagi hanya nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik nyamuk tetap hidup dan berkembang biak menjadi nyamuk dewasa lagi", tuturnya.

Kalau mata rantai kejadian Demam berdarah masih ada, 2017, 2018 dan seterusnya, kejadian tersebut pasti akan terulang dan terulang lagi.

Dengan kenyataan demikian, maka kembali ia menyampaikan bahwa masyarakat harus ikut andil dalam membuat lingkungan bebas dari demam berdarah. Jangan ada genangan ataupun media berkembang biak nyamuk disekitar rumah, lakukan pengurasan setiap 3 hari sekali pada bak kamar mandi, vas bunga, atau tempat minum hewan piaraan.

"cara tersebut adalah bagian dari kegiatan 3M plus, dan sampai sekarang cara tersebut adalah cara yang mudah, murah, dan efektif untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti, pembawa penyakit demam berdarah", pungkasnya mengakhiri wawancara. [Rie]

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"