SOSIALISASI KEBUGARAN JEMAAH HAJI 2014

Admin Juma't, 28/03/2014 Internal 4620 hits

Paringin, 25 Maret 2014; Program kebugaran jamaah haji merupakan bagian dari program kebugaran/ kesehatan olah raga serta sebagai program lintas program yaitu bidang pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan (program kesehatan haji, program seksi penyakit tidak menular), bidang pelayanan kesehatan (seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan) serta bidang kesehatan keluarga (seksi/program usia lanjut). Program lintas sektor yang terkait program kebugaran antara lain Kementrian Agama, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga.

Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. Penyelenggaraan dilakukan melalui sistem dan manajemen yang terpadu agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan aman, tertib, lancar dan nyaman sesuai tuntunan agama serta jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri sehingga diperoleh haji mabrur.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Menteri Kesehatan bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan pelayanan kesehatan ibadah haji baik pada saat persiapan maupun pelaksaanaan penyelenggaraan ibadah haji. Faktor-faktor internal dan eksternal jamaah haji mempengaruhi angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji. Faktor internal antara lain tingkat kebugaran jasmani yang masih kurang dan sudah menderita penyakit sejak dari tanah air.

Data perbandingan jumlah jamaah haji berdasarkan kelompok usia dalam 3 tahun terakhir (tahun 2006 – 2008) adalah : kelompok usia < 50 tahun (50,6% ; 52,3% dan 43%) dan kelompok usia ≥ 50 tahun (49,4% ; 47,7% dan 57%). Sesuai dengan International Classification of Disease - X (ICD-X), data penyebab utama penyakit jamaah haji Indonesia yang berobat jalan pada tahun 2008 adalah penyakit sistem pernapasan (54,1%), penyakit sistem otot, tulang dan jaringan penyambung (11,1%), penyakit sistem sirkulasi (10,7%) dan penyakit sistem pencernaan (9,7%). Sedangkan penyebab utama angka kesakitan yang dirawat inap adalah : penyakit sistem pernapasan (27%), penyakit sistem sirkulasi (24,5%), penyakit sistem pencernaan (15,1%). Data penyebab utama kematian adalah : penyakit sistem sirkulasi (66,4%), penyakit sistem pernapasan (28%), penyakit sistem saraf (1,6%) dan neoplasma (1,3%). Jumlah jamaah haji wafat berdasarkan kelompok umur pada 2 tahun terakhir (2007 – 2008) berturut-turut yaitu kelompok usia < 40 tahun (1,7% ; 9%), kelompok usia 40 – 50 tahun (7,6% ; 7%), kelompok usia 51 – 60 tahun (23,2% ; 21,5%), kelompok usia 61 – 70 tahun (35,7% ; 36,5%) dan kelompok usia > 70 tahun (31,8% ; 33,9%).

Data hasil pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji tingkat Kabupaten Balangan pada tahun 2013 diketahui bahwa dari 132 orang (calon jamaah haji) yang diperiksa, terdapat kasus resiko tinggi sebanyak 32,9 %, kasus tertinggi adalah kardiovaskuler (hipertensi) yaitu 32,7 % artinya dari 132 orang calon jamaah haji, terdapat kasus hipertensi sejumlah 37 orang. Kasus tertinggi di wilayah kecamatan Juai, sebanyak 12 penderita. Penyakit yang diderita jamaah haji, kasus terendah yaitu  penyakit saluran pencernaan serta neuro psychiatri. Persentase kelompok umur tertinggi adalah klasifikasi umur 40-49 tahun dengan jenis kelamin mayoritas perempuan yaitu sebesar 69 %.

Berdasarkan data-data tersebut dapat diasumsikan bahwa bagi kelompok usia  ≥ 50 tahun dengan atau tanpa faktor resiko penyakit, kemampuan kesehatan termasuk kemampuan fisik sangat mempengaruhi angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji. Penyelenggaraan pembinaan kesehatan jamaah haji di Puskesmas mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam beribadah haji yang memenuhi kaidah beribadah dan kemampuan fisik untuk melakukannya. Pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji di Puskesmas meliputi upaya-upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif agar setiap jamaah haji dapat menunaikan ibadah dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas maka pemeriksaan kesehatan tahap pertama dan pemeriksaan kebugaran jasmani serta pembinaannya sangat penting untuk menjaga kondisi prima jamaah haji saat melakukan ibadah haji. Selama ini Puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan melakukan pembinaan untuk mengatasi penyakit yang diderita, namun belum disertai dengan pembinaan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Oleh karena itu petugas kesehatan di Puskesmas sebagai institusi pelayanan kesehatan dasar memerlukan peningkatan kemampuan untuk melakukan upaya pembinaan kebugaran jasmani bagi jamaah haji.

Berdasarkan data serta berbagai faktor yang berkaitan dengan kesehatan jamaah haji  di atas, maka diperlukan adanya  kegiatan sosialisasi program kebugaran calon jamaah haji bagi pengelola kesehatan olah raga di Puskesmas.

Berdasarkan surat nomor 445/035-TU/BKOM tanggal 24 Februari 2014 tentang sosialisasi kebugaran calon jamaah haji di delapan (8) Kabupaten/Kota. Pelaksana kegiatan yaitu Balai Kesehatan Olah Ragadan Masyarakat. Tujuan Kegiatan antara lain ;

· Adanya evaluasi program pemeriksaan kebugaran calon jamaah haji tahun 2013;

· Adanya peningkatan pengetahuan  pengelola program kesehatan olah raga di Puskesmas tentang program kebugaran calon jamaah haji;

· Adanya peningkatan keterampilan pengelola program kesehatan olah raga di Puskesmas tentang metode baru pemeriksaan kebugaran calon jamaah haji;

Jumlah Peserta : 30 orang, terdiri dari :

- Peserta Puskesmas : Dokter Puskesmas/Tenaga Medis yang belum dilatih program kebugaran haji dan Pengelola Program Kesehatan Olah Raga (22 orang).

- Pengelola program kesehatan haji/kesehatan dasar dan rujukan bidang pelayanan kesehatan, Kasi/Staf Seksi Puskesmas

- Peserta lintas program : bidang program pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan, pengelola program usia lanjut serta  pengelola program kebugaran calon jamaah haji

- Peserta lintas sektor : Kementrian Agama (dua orang), Tim Kebugaran RSUD Balangan (1 orang)

 

Nara sumber kegiatan antara lain Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Propinsi Kalimantan Selatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan. Materi Kegiatan : Evaluasi Program Kebugaran/Kesehatan Haji Tahun 2013, Metode Pemeriksaan Kebugaran Haji. Demikian Sosialisasi Program Kebugaran Calon Jamaah Haji Tingkat Kabupaten Balangan disusun, agar dapat menjadi pedoman/rencana tindak lanjut dalam rangka peningkatan program kebugaran jamaah haji/kesehatan olah raga pada umumnya. (yandasru/yankes.)

: tanpa label

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"