DOKTER UI MELAKSANAKAN PROGRAN INTERNSIF DI BALANGAN

Admin Senin, 16/12/2013 Internal 1562 hits

Dokter Internsif Fk UI disambut oleh Perwakilan Dinas Kesehatan dan Perwakilan RSUD Balangan serta perwakilan IDI Balangan

 

Dalam sistem kesehatan di negara kita, menurut Undang – Undang No 22 tahun 1999 tentang Otonomi daerah, dijelaskan bahwa pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh adalah melalui penerapan asas desentralisasi pada daerah kabupaten/kota. Dalam hal ini, pemerintah daerah kabupaten/kota, bertanggung jawab sepenuhnya dalam penyelenggara pembangunan pada umumnya dan pembangunan kesehatan pada khususnya dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program Internsif Dokter Indonesia (PIDI) merupakan program peningkatan derajat kesehatan nasional. Program tersebut merupakan program fakultas kedokteran (FK) melalui pengabdian kepada masyarakat. Internsif merupakan kewajiban bagi para dokter baru yang pendidikannya menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan berlaku bagi seluruh anggota World Federation of Medical Education (WFME). Program ini berlaku sebagai praregistrasi bagi dokter baru untuk mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia yang merupakan persyaratan untuk mendapatkan surat izin praktek.

Pada awal 2010, Indonesia telah menerapkan program internsif dokter Indonesia (PIDI) bagi lulusan baru Fakultas Kedokteran. Melalui PIDI diharapkan mutu dokter Indonesia akan semakin meningkat dan program ini dapat memperbaiki penyebaran dokter di rumah sakit tipe C dan D serta Puskesmas sekitarnya. Saat ini terdapat dua provinsi telah menjalankan program ini, yakni Sumatera Barat dan Jawa Barat. Di Sumbar terdapat 206 dokter lulusan FK Universitas Andalas yang sedang menjalankan PIDI, angkatan pertama 92 orang, ke II 65 orang dan angkatan III 49 orang.

Angkatan I akan menyelesaikan program intersifnya pada Januari 2011. Sementara pada 18 Oktober 2010 lalu, sebanyak 183 dokter baru lulusan FK UI telah memulai program internsif di Jawa Barat. Sementara itu, mengenai Jamkesmas, Menkes menjelaskan sebesar 56 persen penduduk sudah punya asuransi kesehatan. Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya adalah peserta Jamkesmas, 20,83 persen di-cover Jamkesda dan sisanya masuk dalam Askes dan Jamsostek. “Hampir 80 persen dari 56 persen adalah ditanggung pemerintah baik pusat maupun daerah, dan 50 persen di antaranya ada di kab/kota yang di-cover Jamkesda, pasien rawat jalan tingkat pertama (RJTP) hingga Juni 2010 sebanyak 53.434.727, adapun tindakan operasi terbanyak dibayar Jamkesmas yakni untuk operasi caesar, kuret, katarak juga hernia”, kata Menkes.

Menyoroti soal obat generik, Kemenkes telah melakukan repositioning obat generik yang awalnya hanya mengedepankan harga murah, kini juga mengedepankan obat generik yang bermutu unggul dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

Dengan upaya ini diharapkan masyarakat tidak lagi menilai obat generik sebagai obat kelas II yang diragukan khasiatnya. Saat ini ketersediaan obat generik cukup untuk 14,2 bulan. Di 2010 penggunaan obat generik di RS mencapai 57,8 persen sementara di puskesmas sudah mencapai 96 persen (matabangsanewsonline.com).

PIDi di kabupaten Balangan terdiri dari dua angkatan. Angkatan     pertama yaitu dokter internsif dari FK Andalas Padang, sejumlah 16 orang dokter. Angkatan kedua yaitu dokter internsif fakultas kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) angkatan 2008.

Program tersebut dilaksanakan selama satu tahun. Jumlah dokter ; 12 orang, terdiri dari 5 orang dokter laki-laki dan 7 orang dokter perempuan (Koordinator rombongan : dr.Fadlan). Rombongan dokter tersebut dijemput oleh Tim Sekretariat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan tanggal 5 Desember 2013. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan menyediakan tempat tinggal di Perumahan Garuda Maharam untuk dokter pria dan Rumah Dinas Dokter di Puskesmas Paringin untuk Dokter wanita.

Kegiatan penyambutan Dokter internsif Balangan dilaksanakan tanggal 11 Desember 2013 di ruang rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan  (Humam Arifin,SKM,M.Kes), Sekretaris Dinas Kesehatan  (Erwan MKL,SKM,M.Kes), ketua Ikatan Dokter Indonesia/IDI (dr. Suminto SU), para kepala Bidang serta Kepala Seksi atau Subbagian.

“Tantangan ke depan, Profesi Dokter sangat diuji. Harapannya adalah pengabdian sesuai profesi. Praktek Internsif harus sesuai dengan standar International Standart Operating (ISO)”, Pesan kepala Dinkes Balangan  saat penyambutan dokter  internsif tersebut.

Di sela acara penyambutan  tersebut, dr. Suminto dan dr. Hj. Adawiyah berbagi pengalaman selama menjalani pengabdian sebagai Dokter di Kabupaten Balangan. Berbagai pengalaman manis maupun pahit yang didera, semua dijadikan guru kehidupan selama menjalani profesi Dokter. “Kegiatan kunjungan rumah pasien harus rutin dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, khususnya para dokter yang bertugas di Balangan. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat kita (khususnya di daerah pedalaman/terpencil), pada saat menderita sakit (baik penyakit menular maupun tidak menular), mereka mempunyai kebiasaan malas berobat ke Puskesmas/rumah sakit, dokter atau tenaga kesehatan lain, sebelum penyakit itu dirasakan parah atau tidak mampu beraktivitas lagi.” Pesan dokter Adawiyah kepada para dokter Internsif.

 

Adanya  internsif dokter di kabupaten Balangan, diharapkan sesuai tujuan pembangunan kesehatan. Adanya perubahan derajat kesehatan melalui upaya rehabilitatif, tetapi program tersebut, tetap tidak mengesampingkan upaya preventif dan promotif untuk masyarakat.(siti.yankes)

: tanpa label

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"