MANAJEMEN IMUNISASI DAN KIA TERINTEGRASI

Admin Minggu, 28/04/2013 Internal 6440 hits

Foto bersama peserta dan narasumber Pelatihan Imunisasi dan KIA terintegrasi

 

 

Bertempat di Hotel Mulia Kota Paringin, diadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Imunisasi Terintegrasi  Imunisasi Dan KIA Bagi Puskesmas Se Kabupaten Balangan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengelola program imunisasi dan pengelola program Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan pada hari Selasa s.d Jum’at tanggal 23 s.d 26 April 2013.

Adapun peserta yang mengikutinya berasal dari petugas imunisasi dan pengelola KIA Puskesmas se Kabupaten Balangan sejumlah 22 orang. Sedangkan narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu Untuk meningkatkan cakupan dan kualitas kegiatan imunisasi dalam rangka pencapaian UCI  100 %  desa  pada tahun 2014 dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan tujuan khususnya :

1. Meningkatkan kemampuan dan keseragaman sistem pencatatan  dan pelaporan

2. Meningkatkan ketrampilan dalam penanganan coldchain.

3. Meningkatkan kemampuan dalam managemen pengelolaan vaksin program imunisasi

4. Meningkatkan kemampuan dalam praktek penyuntikan yang aman

5. Meningkatkan kemampuan melakukan penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)

Materi pelatihan terdiri dari beberapa modul, yaitu:

1. Kebijakan program imunisasi

2. Perencanaan program imunisasi

3. PD3I

4. Mengelola Lokakarya Mini Puskesmas

5. PElayanan Imunisasi

6. Penanganan coldchain

7. Pengelolaan vaksin

8. Praktek safety injection

9. Pancatatan dan pelaporan

10. Pelacakan dan penanganan kasus KIPI

Kegiatan pelatihan ini menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain :

  1. Laporan bulanan dikumpul paling lambat tanggal   5 setiap bulannya.
  2. Melaksanakan posyandu dengan tim
  3. Membuat grafik KN1, Persalinan Nakes dan HB0
  4. Pencatatan TT diteruskan setiap tahun berjalan, dengan cara membuat register TT dan terlebih dahulu di skrining.
  5. Pelayanan imunisasi sesuai dengan SOP.
  6. Puskesmas mulai menerapkan pengelolaan rantai vaksin dengan tepat ( Pencatatan, penyimpanan dan pemeliharaan kebersihan).
  7. Pencatatan imunisasi harus menyesuaikan antara kohort bayi dan buku kuning
  8. Menyampaikan PWS ke kecamatan masing-masing tiap bulan.
  9. Apabila terjadi KIPI harus segera dilaporkan 1 x 24 jam agar segera ditindak lanjuti
  10. Terus memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat imunisasi bagi bayi dan masyarakat

Dengan adanya pelatihan Managemen Puskesmas Terintegrasi Imunisasi dan KIA Bagi Puskesmas sebagai awal dari perbaikan mekanisme pelaporan cakupan dan peningkatan manajemen kegiatan imunisasi di Puskesmas. (red/nd)

 

: tanpa label

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"