EMPAT ORANG OPERASI KATARAK GRATIS

Admin Rabu, 27/02/2013 Internal 3088 hits

pasien operasi katarak

 

 

Melihat semakin meningkatnya angka penderita katarak khususnya di wilayah Kabupaten Balangan, maka diperlukan beberapa program untuk menurunkan jumlah penderita katarak, salah satunya dengan menambah unit pelayanan kesehatan, dan dokter spesialis Mata serta melaksanakan pelayanan Katarak sebagai salah satu upaya rehabilitasi yaitu melaksanakan kegiatan operasi Katarak.

Katarak merupakan salah satu penyakit yang banyak di derita oleh individu terutama yang lanjut usia tapi tidak menutup kemungkinan bagi yang masih muda pun bisa terkena penyakit tersebut. Ciri ciri penyakit katarak ditandai dengan adanya selaput putih pada mata sehingga mengakibatkan pembacanya mengalamai pandangan yang buram sehingga lensa mata akan menjadi keruh dan menghalangi sinar cahaya masuk. penyakit katarak akan berlangsung perlahan lahan sehingga jika tidak di diagnosis akan mengakibatkan kebutaaan permanen.

Adapun tujuan Pelayanan Operasi Katarak adalah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Kab. Balangan yang kurang mampu. Sasaran dari Kegiatan Operasi Katarak adalah masyarakat yang kurang mampu, dan Penderita katarak yang dioperasi berjumlah 4 orang. Pelayanan Operasi Katarak dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 Februari 2013 di Rumah Sakit Umum Daerah H. Badaruddin Tanjung oleh dokter Spesialis Mata yaitu dr. Arsil Abdan, Sp.M.

Laporan penderita Katarak Se-Kabupaten Balangan berjumlah 5 orang yaitu dari Puskesmas Juai berjumlah 1 orang, Puskesmas Paringin berjumlah 1 orang, Puskesmas Lampihong 2 orang, Puskesmas Pirsus 1 orang.

Nama Pasien Katarak yang dioperasi di RSUD H. Badaruddin Tanjung yaitu :

1. Nama Ibu Yana, Umur 42 Tahun, Alamat Desa Hamarung, Katarak sebelah kanan.

2. Nama Bapak Guntur Halidi, umur 50 Tahun, Alamat Desa Lampihong, Katarak sebelah kiri.

3. Nama Bapak Ariyani, umur 63 Tahun, Alamat Desa Paringin Kota, Katarak sebelah kanan.

4. Nama Ibu Masriah, umur 65 Tahun, Alamat Desa Pirsus, Katarak sebelah Kanan.

Proses Operasi Katarak yaitu pertama-tama penderita katarak mendaftar pada petugas kesehatan di Puskesmas masing-masing, kemudian petugas melakukan pemeriksaan kondisi mata dan test gula darah serta tekanan darahnya, setelah itu penderita dilakukan pemeriksaan mata dengan menggunakan Tonometri dan selanjutnya keratometri. Apabila semua pemeriksaan penderita katarak hasilnya normal dan kataraknya matang, maka penderita akan melakukan persiapan untuk operasi katarak, sebelumnya keluarga wajib menandatangani surat persetujuan operasi tersebut. Selanjutnya Penderita katarak dilakukan pemotongan bulu mata, tekanan darah dimonitor dengan seksama, setelah itu dilakukan proses anestesi mata atau pembiusan. Kemudian Penderita katarak dipakaikan baju operasi yang telah melalui proses steril, lalu melakukan pencucian tangan dan kaki memakai larutan antiseptik. Kemudian pasien dibawa ke ruang operasi  untuk dilakukannya operasi mata. Setelah selesai operasi, pasien diberikan obat tetes dan obat minum serta diberikan informasi cara merawat matanya.

Teknik operasi katarak yang dilakukan dengan fakoemulsifikasi atau dengan menggunakan teknologi ultrasonik, dengan potensi membuat prosedur bahkan lebih aman dengan hasil penglihatan yang disesuaikan dengan kebutuhan penglihatan pasien.

Kelebihan dari teknik fako yaitu mengurangi resiko komplikasi saat operasi dan tingkat keamanannya lebih baik juga sistem laser memungkinkan posisi dan sentrasi lensa intraokular yang sangat akurat.

Segala dana untuk keperluan Pelaksanaan Pelayanan Operasi Katarak ini berasal dari DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2013. Kegiatan ini sebagai sarana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kab. Balangan terutama untuk yang kurang mampu. Jadi bagi anda warga Balangan silahkan melakukan pemeriksaan sejak dini di Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) terdekat atau Rumah Sakit, agar penanggulangan bisa dilaksanakan lebih cepat, tepat dan akurat.(red/Yankes)

 

: tanpa label

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"