PELATIHAN BLS & BTLS PARAMEDIK BALANGAN

Admin Kamis, 28/06/2012 Internal 15855 hits

Foto bersama para peserta pelatihan BLS & BTLS di RSU Dr. Syaiful Anwar Malang

 

Dalam upaya peningkatan Sumber Daya Kesehatan yang terampil dan profesional. Dalam upaya tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan program imunisasi mengikuti pelatihan Basic Life Support (BLS) yang merupakan kegiatan pelatihan mencakup 2 materi pelatihan kegawat Daruratan yang mencakup  BTLS dan BCLS.

Pelatihan diselenggarakan oleh “ MALANG TRAUMA SERVICES “ RSU Dr.Saiful Anwar Malang, Jawa Timur, yang dilaksanakan Tanggal 4 -6 Juni 2012.

Pelatihan dilaksanakan dengan dukungan alat peraga dan audiovisual. Pelatihan sendiri meliputi teori, praktek dan simulasi dengan berbagai macam contoh kasus yang didesain secara menarik oleh tim instruktur.   Jumlah peserta sebanyak 100 orang terdiri dari petugas Dinas Kesehatan dan petugas Imunisasi Puskesmas Kab.Balangan sebanyak 18 orang serta peserta dari institusi kesehatan lain.

Instruktur pelatihan Basic Life Support – Basic Trauma Life Support (BCLS – BTCLS ) meliputi dokter spesialis, dokter umum dan perawat / Paramedik yang berpengalaman dalam penanggulangan penderita gawat darurat, bencana, musibah massal dan kejadian luar biasa.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kegawat daruratan, khususnya dalam upaya mengantisipasi kegawat daruratan akibat trauma, cardiovaskuler maupun kegawat daruratan akibat bencana. Dengan adanya berbagai macam potensi bencana sehingga mengakibatkan  terjadinya krisis kesehatan , maka diperlukannya kewaspadaan dan kesiapsiagaan  petugas imunisasi dan petugas kesehatan lainnya dalam berperan aktif dalam upaya penanganan dan memberikan pertolongan terhadap korban kegawat daruratan  akibat bencana maupun akibat krisis kesehatan lainnya.

Kematian biasanya terjadi karena ketidakmampuan petugas kesehatan untuk menangani korban pada tahap gawat darurat (golden periode) ketidakmampuan biasanya disebabkan oleh tingkat keparahan, kurang memadainya peralatan, belum adanya sistem yang terpadu dan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pertolongan kegawat daruratan pada korban akibat bencana, trauma maupun penyakit cardovaskuler.

Pengetahuan dan keterampilan dalam menangani dan memberikan pertolongan pada korban  gawat darurat memegang porsi yang paling besar dalam menentukan keberhasilan pertolongan, saat ini kecelakaan/ trauma dan penyakit cardiovaskuler menduduki peringkat  lima besar penyebab kematian di Indonesia.

Semoga dengan pelatihan ini tenaga kesehatan Kabupaten Balangan lebih terampil dalam penanganan korban gawat darurat khususnya dalam lingkup Kabupaten Balangan.

: tanpa label

KOMENTAR

"Mewujudkan Masyarakat Balangan Sehat yang Merata dan Mandiri"