^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Beasiswa Bidan Dan Perawat Kabupaten Balangan
BEASISWA BIDAN DAN PERAWAT KABUPATEN BALANGAN
Diposting pada: Minggu, 08/04/2012 | Hits : 7373 | Kategori: Internal
 

wisuda angkatan pertama bidan beasiswa

Derajat kesehatan keluarga sangat ditentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan ibu merupakan pendidik pertama di dalam keluarga yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga.

Tingginya angka kematian ibu (AKI), yaitu  334 Per 100.000 Kelahiran hidup  (SDKI tahun 1997), dan penurunan nya yang lambat merupakan masalah prioritas yang belum teratasi. Sedangkan target yang harus dicapai pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Penurunan AKI pada tahun 2015 menjadi 102/100.000 kelahiran hidup kondisi saat ini 228/100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007) indikator ini diramalkan sulit untuk dicapai kondisi ini tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di temui di negara berkembang.

AKI di kalimantan selatan masih tinggi jauh diatas rata-rata nasional yaitu 307/100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007) dan di kabupaten Balangan selama 5 (tahun) terakhir menunjukann trend yang turun naik AKI, jumlah kematian ibu mulai   tahun 2007: 2 orang tahun 2008 1 orang, tahun 2009 : 6 orang,  tahun 2010 3 orang, tahun 2011 6  kematian ibu tahun 2010 6 orang dengan penyebab perdarahan, eklamsi, lain lain dengan Kematian bayi mulai   tahun 2007: 21 orang tahun 2008: 26 orang, tahun 2009 : 36 orang,  tahun 2010: 39 orang, tahun 2011: 49    Indikator proyeksi terhadap penurunan AKI dan AKB peningkatan kesehatan ibu ditujukan dengan cakupan pertolongan persalinan tenaga kesehatan dan trennya memperlihatkan peningkatan yang tajam dari 38,5% tahun 1992 menjadi 73.42%  tahun 2007.

Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anga Kematian Bayi salah satu upaya yang sudah dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan  dalam merekrut tenaga Bidan dan Perawat melaui seleksi penerimaan calon pegawai Negeri Sipil di mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 tetapi masih belum mencukupi kebutuhan  tenaga kesehatan tersebut, maka dianggap perlu untuk mendidik putra putri daerah terpencil untuk menjadi Bidan dan Perawat guna mencukupi tenaga kesehatan di lapangan.

Pelaksanaan Program Pendidikan kepada putra putri daerah terpencil di Akademi Kebidanan :

  • Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin

Angkatan Pertama tahun 2008 berjumlah 9 orang berakhir tahun 2011

Angkatan Kedua tahun 2009 berjumlah 14 orang berakhir tahun 2012

  • Akademi Kebidanan Abdi Persada Banjarmasin

Tahun 2009 berjumlah 14 orang berakhir 2012

  • Strata 1 (S1) Keperawatan Sari Mulia Banjarmasin

Tahun 2009 berjumlah 3 orang berakhir 2013

  • Akademi Kebidanan Poltekes Banjarmasin

Tahun 2010 berjumlah 7 orang (5 org bidan 2 org keperawatan) berakhir 2013

Pembiayaan  Program Pendidikan kepada putra putri daerah terpencil di Akademi Kebidanan :

  • Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin

Angkatan Pertama tahun 2008 berjumlah 9 orang berakhir tahun 2011

Tahun I 250.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

Tahun II250.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

Tahun III 250.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

Angkatan Kedua tahun 2009 berjumlah 14 orang berakhir tahun 2012

Tahun I 423.150.000 (biaya per orang 30.950.000)

Tahun II 342.950.000 (biaya per orang 24.425.000)

Tahun III 28.900.000 (biaya per orang 20.350.000)

  • Akademi Kebidanan Abdi Persada Banjarmasin

Tahun 2009 berjumlah 14 orang berakhir 2012

Tahun I 402.220.000 (biaya per orang 28.730.000)

Tahun II 370.300.000 (biaya per orang 26.450.000)

Tahun III 277.480.000 (biaya per orang 19.820.000)

  • Strata 1 (S1) Keperawatan Sari Mulia Banjarmasin

Tahun 2009 berjumlah 3 orang berakhir 2013

Tahun I 69.150.000 (biaya per orang 23.050.000)

Tahun II 53.325.000 (biaya per orang 17.775.000)

Tahun III 51.075.000 (biaya per orang 17.075.000)

Tahun IV 62.550.000 (biaya per orang 20.850.000)

Tahun V 79.650.000 (biaya per orang 26.550.000)

  • Akademi Kebidanan Poltekes Banjarmasin

Tahun 2010 berjumlah 7 orang berakhir 2013

Tahun I 175.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

Tahun II 175.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

Tahun III 175.000.000 (biaya per orang 25.000.000)

1. Payung Hukum

a. Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/277/Kum/ Tahun 2008

b. Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/184/Kum/ Tahun 2009

c. Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/338/Bansos/Kum/Tahun 2010

d. Keputusan Bupati Balangan Nomor 188.45/286/ Bansos/Kum/Tahun 2011

e. Nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kontrak kerjasama

2. Pengelola dan Petunjuk Teknis

Pengelola program ini terdiri atas 2 bagian, yaitu Tim  Koordinasi yang melibatkan Lintas Program dan Lintas Sektor, serta Tim Pelaksana yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Pihak Swasta (CSR PT. Adaro Indonesia di Paringin)

4. Dampak Program

A. Jangka Pendek

1. Tersedianya tenaga kesehatan di daerah terpencil

2. Terlayaninya pelayanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil

3. Peningkatan Sumber daya Manusia bidang Kesehatan

B. Jangka Panjang

1. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meliputi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)

2. Meningkatakan IPM Kabupaten Balangan

Seperti hal nya program lain yang telah berjalan, program ini juga diharapkan memberi sumbangsih besar terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Dan ditilik dari manfaatnya yang besar diharapkan program seperti ini dapat dilaksanakan berkelanjutan demi terpenuhinya tenaga kesehatan yang berkualitas di Kabupaten Balangan, terutama di daerah terpencil. (nd)

 

Posting Terkait Lainnya:

« Kembali