^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Ibu Darlan Dan Ibu Darta Unggulan Kia
Ibu Darlan Dan Ibu Darta Unggulan KIA
Diposting pada: Senin, 26/03/2012 | Hits : 4392 | Kategori: Internal
 

Kelas Ibu Sadar Kehamilan di Puskesmas Paringin

 

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan antara lain ibu, bayi, anak, manusia usia lanjut dan keluarga miskin.

Ibu hamil dan anak balita merupakan salah satu kelompok paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 226/100.000 Kelahiran Hidup. Dengan angka tersebut, secara matematis dapat diartikan bahwa dalam setiap jamnya terjadi 1 kematian ibu di Indonesia atau 24 kematian ibu perhari, 98 kematian ibu perminggu. Ini suatu angka kematian yang fantastis untuk ukuran era globalisasi, oleh karena itu kita harus berupaya untuk menurunkannya.

Salah satu tool (alat) program kesehatan yang diharapkan turut berperan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kehamilan, persalinan dan nifas adalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku KIA). Buku KIA adalah suatu buku yang berisi catatan kesehatan Ibu dan Anak serta informasi cara menjaga kesehatan dan mengatasi anak sakit.

Pemerintah mempunyai harapan (ekspektasi) yang sangat tinggi terhadap buku KIA. Harapannya adalah pemakaian Buku KIA dapat menurunkan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita. Berdasarkan sasaran ke-4 Pembangunan Millenium (MDG ke-4) yaitu menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBAL) sebesar 2/3-nya dari kondisi tahun 1990, maka Pemerintah telah menetapkan target yang ingin dicapai pada tahun 2015 yaitu AKB turun menjadi 23/1000 Kelahiran Hidup dan AKBAL turun menjadi 32/1000 Kelahiran Hidup. Sedangkan berdasarkan MDG ke-5, target yang ingin dicapai yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 102/100.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2015.

Namun tidak semua ibu mau/ bisa membaca buku KIA. Penyebabnya bermacam-macam, ada ibu yang tidak punya waktu untuk membaca buku KIA, atau malas membaca buku KIA, sulit mengerti isi buku KIA, ada pula ibu yang tidak dapat membaca. Oleh karena itu ibu hamil perlu diajari tentang isi buku KIA dan cara menggunakan buku KIA. Salah satu solusinya yaitu melalui penyelenggaraan Kelas Ibu Sadar Kehamilan untuk ibu hamil dan Ibu sadar Balita untuk ibu yang mempunyai bayi dan Balita.

Kelas Ibu Sadar Kehamilan dan Kelas Ibu Sadar Balita merupakan suatu aktifitas belajar kelompok dalam kelas dengan anggota beberapa ibu hamil dan ibu Balita dibawah bimbingan satu atau beberapa fasilitator (pengajar) dengan memakai buku KIA sebagai alat pembelajaran.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain :

1. Meningkatkan pengetahun dan keterampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir.

2. Meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai kesehatan anak.

Kelas Ibu Darlan dan Kelas Ibu Darta mempunyai berbagai manfaat, antara lain :

1. Bagi ibu hamil dan keluarganya : merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan, serta membantu ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman dan nyaman serta perawatan ibu Balita

2. Bagi petugas kesehatan : lebih mengetahui tentang kesehatan ibu hamil, ibu Balita dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan ibu hamil, ibu Balita serta keluarganya dan masyarakat.

Sasaran dari kelas Ibu Darlan dan kelas Ibu Darta, yaitu :

1. Kelas Ibu Sadar Kehamilan

Umur kehamilan 5 – 8 bulan (kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi

keguguran, efektif untuk melakukan senam hamil).

2. Kelas Ibu Sadar Balita

Ibu yang mempunyai anak usia 0 – 5 tahun dengan pengelompokan : 0 – 12

bulan, 1 – 2 tahun, 2 – 5 tahun.

Pelaksanaan Kelas Ibu Sadar Kehamilan pertama dilaksanakan pada tahun 2010 di 3 (tiga) desa di tiga wilayah Puskesmas sebagai daerah uji coba bekerja sama dengan pihak swasta yaitu CSR PT. Adaro Indonesia di Paringin, dengan masing – masing  wilayah sebanyak 3 (tiga) kelas, yaitu :

  1. Desa Dahai, wilayah Puskesmas Paringin

b. Desa Marias, wilayah Puskesmas Juai

c. Desa  Mundar, wilayah Puskesmas Lampihong

Tahun 2011 melalui dana APBD dikembangkan ke seluruh Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Balangan, setiap Puskesmas juga sebanyak 3 (tiga) kelas, yaitu :

  1. Puskesmas Awayan
  2. Puskesmas Batumandi
  3. Puskesmas Paringin Selatan
  4. Puskesmas Lokbatu
  5. Puskesmas Tebing Tinggi
  6. Puskesmas Pirsus
  7. Puskesmas Uren
  8. Puskesmas Halong

Kelas Ibu Sadar Balita di Kecamatan Paringin

Pada Pelaksanaan Kelas Ibu Sadar Balita pertama dilaksanakan pada tahun 2011, juga di tiga wilayah Puskesmas sebagai daerah uji coba yang juga bekerja sama dengan pihak swasta yaitu CSR PT. Adaro Indonesia di Paringin, yaitu :

  1. Puskesmas Paringin
  2. Puskesmas Juai
  3. Puskesmas Lampihong

Masing-masing Puskesmas dilaksanakan 5 (lima) kelas yang terdiri dari : 3 (tiga) kelas untuk kelompok umur 0 – 12 bulan, 1 (satu) kelas untuk kelompok umur 1 – 2 tahun dan 1 (satu) kelas untuk kelompok umur 2 – 5 tahun.

Selanjutnya melalui Dana APBD pada tahun 2012 dikembangkan juga ke seluruh wilayah Puskesmas se Kabupaten Balangan masing – masing 6 (enam) kelas untuk kelas ibu sadar kehamilan dan untuk kelas ibu sadar Balita masing – masing 9 (sembilan) kelas.

Dampak yang diharapkan dari kelas ini untuk peningkatan pengetahuan Ibu Sadar Kehamilan dan Ibu Sadar Balita. Peningkatan kualitas pelayanan bagi Ibu Sadar Kehamilan dan Ibu Sadar Balita. Peningkatan cakupan pelayanan bagi sadar kehamilan dan sadar Balita. (nd)

 

 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali