^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Puskesmas Lokbatu Kampanyekan Bude Jamu
PUSKESMAS LOKBATU KAMPANYEKAN BUDE JAMU
Diposting pada: Kamis, 26/10/2017 | Hits : 105 | Kategori: Internal
 

Paringin- Demi Indonesia Sehat, melastarikan budaya, dan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan Puskesmas Lokbatu kampanyekan Bude Jamu (Bugar dengan Jamu).

Untuk itu, Puskesmas Lokbatu mengadakan Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Pembuatan ekstrak temulawak kepada 28 orang anggota PKK Desa Tariwin yang dilaksanakan di Balai Desa Tariwin , Kamis (26/10/2017).

Dalam kata sambutannya, Plt. Kepala Puskesmas Lokbatu Syarif Rahmatullah mengungkapkan, jamu sekarang ini tidak lagi sebagai stigma negatif yang dikenal masyarakat berupa bahan yang diproduksi secara sederhana dan pahit rasanya. Namun saat ini jamu bisa dinikmati semua kalangan dalam bentuk sediaan yang sangat praktis, enak berkhasiat dan merupakan gaya hidup.

"Sebagai contoh adalah temulawak, tanaman yang mudah tumbuh dipekarangan ini mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan, apabila diolah dengan benar," ujarnya.

Ditambahkannya, manfaat temulawak ini diantaranya adalah untuk memelihara fungsi hati, mengurangi radang sendi, mengatasi masalah pencernaan, membantu menurunkan lemak darah, dan sebagainya.

"Untuk itu pada hari ini, kita akan mengadakan penyuluhan tentang tanaman obat keluarga atau Toga, sekaligus praktik membuat ektraks temulawak. Semoga dengan adanya kegiatan ini selain menjadikan masyarakat tetap sehat, juga dapat dijadikan jalan untuk meningkatkan ekonomi keluarga," pungkasnya.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Haji Agus Syarkani dalam penyampaiannya mengatakan, Bude Jamu bukanlah program yang baru. Program ini telah diluncurkan oleh kementerian Kesehatan RI sejak awal tahun 2015 sebagai tindak lanjut dan operasionalisasi dari komitmen kementerian Kesehatan untuk mengangkat jamu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Melalui jamu yang aman, berkhasiat dan bermutu, maka pelayanan kesehatan ke depan tidak hanya menyelenggarakan pelayanan konvensional seperti sekarang ini, tetapi juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional seperti tertuang pada Peraturan Pemerintah 103/2014," ujarnya.

Dalam penyuluhan dan Pelatihan tersebut, para peserta tampak sangat antusias saat penyampaian materi dan praktek pembuatan ekstrak temulawak yang dibawakan oleh pengelola pengelola program Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplenter sekaligus juga Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Lokbatu, Rano Aprianto.

Diungkapkan Rano, dalam penyampaian materi dan praktek ini penekanannya lebih kepada peningkatan pengetahuan masyarakat, dan kemampuan untuk mengolah dengan memperhatikan kebersihannya.

"Kami akan terus membina, sampai kami anggap mampu, dan selanjutnya kami juga akan menggandeng sektor-sektor lain di pemerintahan yang terkait," pungkasnya. [rie]


 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali