^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Separuh Tahun 2017 14 Bayi Di Balangan Meniggal
SEPARUH TAHUN 2017 : 14 BAYI DI BALANGAN MENIGGAL
Diposting pada: Senin, 02/10/2017 | Hits : 35 | Kategori: Internal
 

Paringin- Selama tahun 2016 jumlah bayi yang meninggal di Kabupaten Balangan berjumlah 31 0rang. Sampai dengan bulan Juni 2017, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan 14 bayi telah meninggal. Dengan jumlah kejadian tersebut dapat disimpulkan, kemungkinan jumlah kematian Bayi di Kabupaten Balangan tahun 2017, akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari 14 kasus kematian bayi tersebut, kejadian tertinggi ada di wilayah kerja Puskesmas Awayan DAN Paringin sebanyak 3 kasus, selanjutnya Puskesmas Batumandi, Juai dan Lampihong masing-masing 2 kasus, dan terakhir masing-masing 1 kasus di Puskesmas Lokbatu dan Puskesmas Tebing Tinggi. Dari 14 kasus kematian tersebut 3 kasus disebabkan oleh Asfiksia, 3 Kasus Bayi dengan Berat Badan Lahir Ringan (BBLR), dan 7 kasus karena lain-lain hal, dan 1 kasus kejang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan H.A.Nasa'i yang ditemui usai pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Evaluasi Program di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Balangan, Senin (2/10/2019) mengungkapkan, Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang penting untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan disuatu masyarakat. Karena, bayi yang yang baru lahir sangat sensitif terhadap keadaan lingkungan tempat orang tua, dan sangat erat kaitannya dengan status sosial orang tua si bayi.

"Angka Kematian Bayi ini merupakan kematian yang terjadi pada bayi yang berusia 0 sampai 11 bulan. Jadi dalam perhitungan ini juga termasuk neonatal atau bayi berusia 0 sampai 28 hari," ungkapnya.

Ditambahkannya, kemajuan yang dicapai dalam bidang pencegahan dan pemberantasan berbagai penyakit penyebab kematian akan tercermin secara jelas dengan menurunnya tingkat angka kematian bayi. Dengan demikian angka kematian bayi merupakan tolak ukur yang sensitif dari semua upaya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah khususnya di bidang kesehatan.

"Jadi apabila terjadi peningkatan angka kematian bayi, itu tidak bisa menyalahkan hanya 1 pihak saja, misalnya program Kesehatan Ibu dan Anak. Karena angka kematian bayi ini berkaitan dengan banyak hal dalam program kesehatan yang diselenggarakan," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan menyadari ini semua, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan menyelenggarakan pertemuan Evaluasi Program yang dihadiri oleh semua bidang yang ada di Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan semua pengelola Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) se Kabupaten Balangan. Dengan adanyanya evaluasi ini, maka Dinas Kesehatan dapat menilai sebuah program dan memperoleh informasi tentang keberhasilan, kegagalan, dan pencapaian tujuan, kegiatan, hasil dan dampak serta biayanya.

"Dalam kegiatan ini, kami mendengarkan capaian dari berbagai bidang,membahasnya. Dengan dasar itu semua, maka kami dapat menyusun kebijakan dan strategi dalam mencegah segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi apabila tidak dilaksanakan," urainya.

Diakhir wawancara disampaikannya pula, meskipun sudah mulai memasuki masa akhir tahun, namun dengan adanya kegiatan ini Dinas Kesehatan oftimis, segala kejadian yang telah terjadi dan kemungkinan yang akan terjadi akan dapat dicegah sehingga tidak sampai merugikan masyarakat Kabupaten Balangan.

"Insya Allah, Balangan akan baik-baik saja, selanjutnya kegiatan ini diselenggarakan pula untuk meningkatkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau SAKIP, yang merupakan alat kontrol pimpinan yang tepat terhadap kinerja bawahan di lingkungan Birokrasi," pungkasnya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan dari pagi sampai sore tersebut, selain diisi dengan pemaparan semua bidang yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, juga diisi dengan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan dan menyusun strategi yang bertujuan untuk meningkatkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Balangan. [Rie]


 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali