^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Pengobatan Filariasis Balangan Penuhi Target Nasional
PENGOBATAN FILARIASIS BALANGAN PENUHI TARGET NASIONAL
Diposting pada: Rabu, 03/05/2017 | Hits : 361 | Kategori: Internal
 

Paringin - Hasil cakupan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di Kabupaten Balangan tahun 2016 telah melampui target nasional.

kadinkes saat pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah 2016Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H.A. Nasai yang ditemui di ruang kerjanya hari Rabu (3/5/2017) mengungkapkan, dari jumlah sasaran sebanyak 98.291 jiwa, sebanyak 86.683 jiwa atau sekitar 88,19% sasaran penduduk di Kabupaten Balangan telah mendapat obat pencegahan filariasis atau penyakit kaki gajah.

"Capaian target nasional untuk POPM filariasis adalah 85% dari jumlah penduduk sasaran. Jadi berdasarkan hasil cakupan POPM sebanyak 88,19%tersebut, Kabupaten Balangan telah dapat memenuhi target nasional," ungkapnya.

Ditambahkannya, pemberian obat filariasis kepada masyarakat Balangan tidak akan berhenti meskipun target nasional telah terpenuhi, karena capaian tersebut hanyalah hasil capaian tahun pertama program eliminasi kaki gajah di Kabupaten balangan, sedangkan untuk menghentikan siklus hidup cacing filariasis penyebab penyakit kaki gajah secara permanen, pemberian obat pencegahan secara massal (POPM Filaria) tersebut harus dilaksanakan sekali setahun minimal selama 5 tahun berturut-turut.


"Untuk itu, tahun 2017 yang merupakan tahun ke-2 pelaksanaan program eliminasi kaki gajah di Kabupaten Balangan, kami sudah mulai melaksanakan berbagai persiapan untuk pelaksanaan program nasional yang akan dilaksanakan bulan oktober 2017 nanti," ujarnya.


Lebih lanjut, Kadinkes juga menguraikan bahwa, persiapan-persiapan yang telah dan akan dilaksanakan untuk menyambut Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di Kabupaten Balangan Tahun 2017 diantaranya adalah Advokasi dan sosialisai (Promosi); meningkatkan peran serta lintas sektor dan masyarakat untuk mendukung Bulan Eliminasi Kaki Gajah; menggerakkan masyarakat minum obat untuk mencegah penyakit kaki gajah; dan mendekatkan pelayanan ke masyarakat dengan mendirikan Pos-Pos Minum Obat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hj. Siti Raudah ditempat yang sama menambahkan, Eliminasi Filariasis merupakan salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit dan Strategi yang digunakan untuk Memutuskan rantai penularan filariasis dengan program Pemberian Obat Pencegahanan Massal (POPM) filariasis, dan upaya pencegahan serta membatasi kecacatan dengan melaksanakan program penatalaksanaan Penderita Filariasis.

Dijelaskannya, Bulan Eliminasi Kaki Gajah tahun 2017 dilakukukan secara serentak di Kabupaten/Kota endemis filariasis di seluruh wilayah Indonesia selama bulan Oktober, sedangkan waktu pelayanan minum obat di Pos-Pos Minum Obat disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

"Besok Kamis tanggal 4 Mei ini, kembali kami akan melaksanakan Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi POPM Filariasis Tahun 2017 yang akan diikuti oleh semua Kepala Puskesmas, Pengelola Program Filariasis Puskesmas, lintas sektor dan menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi,"pungkasnya menyinggung tentang sebagian persiapan yang akan dilaksanakan untuk pelaksanaan Bulan Eliminasi Kaki Gajah di Kabupaten Balangan tahun 2017.

Seperti diketahui sebelumnya, Kabupaten Balangan dinyatakan sebagai kawasan endemis penyakit kaki gajah setelah ditemukan hasil positif kaki gajah dari hasil survey darah jari yang dilaksanakan tahun 2013.

Kasi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan H.Abdullah Majidi yang turut hadir di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan, Kabupaten Balangan memang berisiko terhadap penularan penyakit filariasis karena secara geografis berbatasan langsung dengan daerah-daerah endemis filariasis, seperti Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Tengah.

"Tahun 2013, tepatnya tanggal 10-13 September, dilaksanakan Survey darah jari di kecamatan juai, yaitu di Desa Hamarung, Hukai, dan Gulinggang. Hal ini dilaksanakan karena Kabupaten Balangan merupakan salah satu Kabupaten yang belum melaksanakan program Pemberian Obat Masal Pencegahan Filariasis," ujarnya.

Diuraikannya, ke-3 desa tersebut dipilih sebagai lokasi pengambilan sampel darah jari untuk survey filariasis karena kriterianya yang mendekati endemis filariasis yaitu ada atau banyaknya kasus klinis kronis, kepadatan vector penyebab yang banyak terdapat, adanya riwayat filariasis dari survey sebelumnya, dan secara sosio ekonomi rendah.

"Sebanyak 640 responden yang kami libatkan dalam kegiatan tersebut, hasilnya 63 orang responden dinyatakan positif terdapat microfilaria di dalam darahnya," urainya.

Dengan angka yang mendekati 10% tersebut, maka Kabupaten Balangan dengan sendirinya dinyatakan sebagai endemis filariasis, karena berdasarkan pedoman pengendalian filariasis dan WHO, sebuah kawasan dikatan endemis filariasis apabila ditemukan hasil lebih dari 1 %.

"untuk itu, sejak tahun 2016 kami mulai menyelenggarakan Bulan eliminasi penyakit gajah, dengan mengajak semua masyarakat di Kabupaten Balangan untuk minum obat pencegahan kaki gajah," ujarnya.

Diakhir wawancara, diungkapkannya bahwa kegiatan ini dilaksanakan merupakan suatu bentuk perlindungan kepada masyarakat di Kabupaten Balangan terhadap penyakit kaki gajah.

"Untuk itu kami mengharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan dalam program pemerintah ini kembali, dan bagi yang belum mendapatkan obat pencegahan sebelumnya, bisa mendapatkan obat pencegahan kaki gajah di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Balangan," pungkasnya. [Rie]


 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali