^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Puskesmas Uren Balangan Dacil
CATATAN TANJUNGAN JALAMU (Bagian I)
Diposting pada: Minggu, 27/11/2016 | Hits : 355 | Kategori: Kesehatan
 

Tanjungan Jalamu yang berada di tengah-tengah gunung kurihay dan wihayan di Desa Marajai Kecamatan Halong , di Wilayah kerja Puskesmas Uren ini, jum'at dan sabtu (17-18/11/2016) dilaksanakan pelayanan kesehatan Daerah terpencil. Mau tahu ceritanya?, ikuti catatan kami kali ini.

tim Dacil puskesmas urenSetelah duduk di bak terbuka pick-up selama 4 jam dari paringin dan sempat singgah di Mesjid Teluk Bayur untuk jum’at-an, sampai juga di Puskesmas Uren kecamatan Halong. Singgah hanya untuk mengisi bagasi pick-up dengan logistik kegiatan, perjalanan pun dilanjutkan.

Dengan tujuan melaksanakan Pelayanan Kesehatan Daerah Terpencil di Dusun Tanjungan Jalamu. Berlima kami duduk menelingkar, ada dokter, perawat, perawat gigi, dan jurnalis dari Media Kalimantan yang berbagi tempat di bak pick-up yang telah dimuati logistik kegiatan tersebut.

Kurang dari sepuluh menit kami menikmati jalan beraspal dengan pemandangan di kiri-kanan rimbun kebun karet warga,mobil melambat dan selanjutnya sebuah goncangan keras ditambah dengan cipratan lumpur menempel di lengan baju mengejutkan kami.

Kiranya hujan pagi tadi telah menjadikan jalan yang sekarang berganti dengan tanah merah khas pegunungan seperti kubangan lumpur di tengah jalan itu. “Selamat datang di Uren....,” ujar tirtha, perawat gigi puskesmas uren yang kemudian kami panggil ‘tukang gigi’ itu berseloroh, senang juga rupanya dia dengan kesusahan kami ini.

Rudi Kresna kapus UrenDan lebih sial lagi, selama 20 menit guncangan selama perjalanan ini pun terjadi sampai mobil berhenti di halaman rumah warga di Dusun Tinggar.

Selama perjalanan di kubangan lumpur, nampak gunung besar dan kokoh menghalangi jarak jauh pandang kami disebelah kiri jalan, menurut tirtha di sebelah gunung itulah Tanjungan Jalamu yang menjadi tujuan pelayanan kali ini.

Sampai di Dusun Tinggar dengan alam yang gelap karena mendung, logistik langsung dibongkar portir yang telah menjadi langganan Puskesmas Uren, dan hujan pun turun dengan derasnya. “Perjalanan harus lanjut,” ujar kepala Puskesmas Uren Rudy Kresna, kepada kami yang berteduh di pelataran rumah warga Dusun Tinggar.

Puskesmas Uren menunggu hujan redaDitambahkannya, kalau tidak segera dilanjutkan perjalanan ada kemungkinan malam baru sampai di Tanjungan Jalamu yang hanya bisa dicapai 2 jam dengan jalan kaki itu. Kuambil android yang selalu menampilkan ‘Full charge dan No Signal’ sejak di Puskesmas Uren,tampilan layar saat itu menunjukkan 15.15 wita, mematikannya dan memasukkan kedalam kantong plastik biar tak terkena hujan.

Ada sedikit kesal juga disuruh jalan hujan-hujanan, lagian kalaupun mesti kemalaman pasti menyenangkan jalan-jalan di hutan dengan senter kepala pikirku........[bersambung].[Rie]

gbr 1. Persiapan pelayanan Dacil

gb2 2. Rudi Krena Kapus Uren

gbr 3. Menunggu Hujan Reda di Dusun Tinggar


 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali