^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Catatan Perjalan Ke Dusun Nanai Bagian Ii Bangun Negeri Puskesmas Tebing Tinggi Datangi Nanai
CATATAN PERJALAN KE DUSUN NANAI BAGIAN II (BANGUN NEGERI PUSKESMAS TEBING TINGGI DATANGI NANAI)
Diposting pada: Selasa, 08/11/2016 | Hits : 378 | Kategori: Kesehatan
 

Dusun Nanai, Malam-Ternyata ada 15 Umbun atau kepala keluarga yang mendiami Dusun Nanai, namun menurut kasubag TU Puskesmas Tebing Tinggi, M. Hazairin,S.Kep, Pelayanan Kesehatan tidaklah berbicara mengenai jumlah, namun bagaimana urusan wajib pemerintah ini bisa diterima oleh masyarakat.

pelayannan kesehatan daci NanaiTikar dari daun purun di gelar di tengah Balai,obat-obatan ditumpuk di bagian tengah dan petugas kesehatan duduk mengitarinya.

Dusun Nanai, Balai Adat-Beberapa tahun sebelumnya, apabila melaksanakan pelayanan kesehatan hanya diterangi dengan lampu templok, namun sejak tahun awal 2016 masyarakat sudah mendapat bantuan genset untuk penerangan yang digunakan saat ada ritual keagamaan dan kemasyarakatan.

Tidak ada nomor antrian, setiap masyarakat yang ingin berobat diberikan kertas resep berwarna kuning, kertas resep kemudian diserahkan kepada perawat yang berada paling ujung, yang akan menanyakan segala identitas, keluhan yang dirasakan, dan melakukan pengukuran tekanan darah.

Semua data yang didapat dicatat pada kertas resep tersebut, dan selanjutnya apabila ia memerlukan pengobatan orang tersebut disuruh membawa resep menghadap dokter, sedangkan yang memerlukan pelayanan kebidanan dan KB menghadap Bidan.

Dokter atau Bidan akan menyerahkan kepada petugas kesehatan disampingnya dan ia pun langsung mengambilkan obat sesuai dengan resep yang dituliskan sambil menjelaskan cara pemakaian obat, termasuk pantangan-pantangan tertentu jika memang ada.

Balian mendapat giliran yang pertama, meskipun tidak tampak sakit, namun cukup langka juga ada petugas kesehatan yang ada disana, jadi sekedar mengetahui tekanan darah, gratis lagi, kenapa tidak.

Malam semakin larut, makan malam yang dimasak sendiri dan dibawa sendiri dari bawah oleh petugas kesehatan yang kebagian tugas sebagai koki dihidangkan.

dacil dusun Nanai Puskesmas Tebing Tinggi masakObat-obatan disingkirkan, peralatan dirapikan, petugas kesehatan termasuk semua warga yang hadir di Balai Adat tak peduli ia sakit ataupun tidak duduk melingkar menghadapi hidangan, dan dengan diawali dengan do'a menurut agama dan kepercayaannya masing-masing, semua disantap bersama-sama.

Menurut Norhaidina, Bidan Koordinator Puskesmas Tebing Tinggi yang ikut dalam pelayanan kesehatan Daerah terpencil tersebut menjelaskan bahwa, ini dijadikan tradisi supaya kedatangan mereka ditempat itu tidak dianggap ikut merepotkan masyarakat.

"Tujuan kami di sini kan untuk memberikan pelayanan, bukan untuk minta pelayanan," terangnya.

Ia juga menjelaskan kalau sudah makan bersama, berarti pelayanan kesehatan untuk masyarakat malam itu sudah selesai, "Saatnya untuk istirahat, dan pelayanan akan kita lanjutkan besok pagi lagi kecuali kalau ada kasus kegawat-daruratan," pungkasnya.

Malam itu petugas kesehatan tidur dengan menggelar matras di dalam balai, sebagian lain ingin merasakan tidur di alam dengan memasang hamox di pepohonan ataupun tidur melingkar di pelataran balai. [Rie]

masih lanjut sepertinya nich.......

photo Masak : Yoyok

 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali