^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Napak Tilas Pelayanan Kesehatan Daerah Terpencil Puskesmas Uren Sebuah Catatan Pendampingan Wakil Bupati Balangan Ke Pemandian Anggang
NAPAK TILAS PELAYANAN KESEHATAN DAERAH TERPENCIL PUSKESMAS UREN (Sebuah Catatan Pendampingan Wakil Bupati Balangan Ke Pemandian Anggang)*
Diposting pada: Rabu, 31/08/2016 | Hits : 590 | Kategori: Kesehatan
 

Pemandian Anggang, Salah satu Pesona air terjun dengan 21 undakan merupakan salah satu bukti keindahan Kabupaten Balangan, namun sebelum sampai kesana kau harus melewati khas nya perjalanan di Meratus, inilah catatan perjalanan yang ingin penulis sampaikan.

Sesuai kesepakatan rombongan ekpedisi wisata air terjun Tayak mulai pukul 7.30 satu persatu datang dan  berkumpul di halaman kantor Bupati Balangan, sambil menikmati sarapan yang di sediakan berupa nasi lapat dengan telor bebek masak habang.

Tepat pukul 8,00 pagi peserta berangkat menuju desa Uren Kecamatan Halong yang di pimpin langsung oleh wakil Bupati Balangan H. Syaifullah, sedangkan peserta ekspedisi terdidri dari beberapa Dinas/Instansi di lingkungan pemerintah kabupaten balangan diantaranya BLHK, Dinas Hutbun, Disparporabud, Dinas PU, Bappeda,Satpol PP, Bagian umum dan bagian Humas Setda balangan, asisten 3 Pemda Balangan, Dinas kesehatan beserta pegawai Puskesmas Uren serta Camat  Halong.

kurang lebih satu setengah jam perjalanan rombongan tiba di desa Uren dan diterima oleh kepala desa Uren, rencana awal hanya sampai air terjun Tayak, berubah ke Air terjun Pemandian Anggang yang jaraknya kurang lebih 5 jam jalan kaki dari Desa Terakhir Tampaan, karena dari Ssaran  dan informasi masyarakat bahwa air terjun Tayak saat ini debet airnya surut, sehingga tidak terlihat bentuk air terjun yang diharapkan.

Tepat pukul 10.00 rombongan memulai perjalanan dari dusun Tampaan dengan berjalan kaki melewati perkebunan pisang dan karet, sekitar satu jam perjalanan rombangn di hadapkan dengan jalur mendaki bukit dengan kemiriringan lebih kurang 70 derajat sejauh 100 meter.

Disinilah rombongan mulai kepayahan, tidak sedikit peserta yang mengalami kram atau kejang otot kaki, dan tersengal-sengal dengan napas yang tak beraturan. Tidak sedikit yang mengalami lecet pada jari kaki, untungnya ada tim kesehatan yang turut serta, luka itupun diperban.

semua peserta beristirahat tepat diatas bukit tersebut ada yang duduk diatas pohon tumbang, ada yang duduk selonjoran ditanah namun ada yang cuma berdidri sambil mengatur napas.

Dari bukit itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur sungai dengan batu kali berbagai ukuran dan bentuk dan pastinya licin.

Meskipun airnya sudah surut tetapi arusnya cukup deras, sehingga di perlukan kehati-hatian ekstra bagi peserta.

Disungai ini, kembali satu peserta mendapat insedin, bukan karena kurang hati-hati, namun ternyata pada sungai ini berpenghuni ikan buntal. Entah karena lapar, atau merasa terganggu, ikan buntal ini menggigit tepat di lutut salah satu rekan tersebut, dan meninggalkan luka robek sebesar ujung jari kelingking,  namun disinalah pembuktian kesigapan petugas kesehatan, dengan cepat mereka memberikan perawatan pada luka tersebut.

Rasa capek dan lelah pada anggota rombongan, menjadikan rombongan yang sebelumnya saling beriringan, tercerai berai entah beberapa bagian.

Waktu terus berlalu, keringat sudah tidak terukur keluar, pemberhentian pun sudah tidak terhitung banyaknya. Malang memang, persedian air minum sebagian anggota rombongan pun sudah habis, dengan sangat terpaksa kamipun mengambil air sungai yang kebetulan dalam keadaan jernih dan bersih,

Sekitar pukul 14.30 rombongan pertama yakni wakil bupati beserta sekitar 10 orang peserta tiba di lokasi air terjun Pemandian Anggang sementara penulis tiba sekitar pukul 15.00 beserta sebagian peserta lain, akan tetapi tidak sedikit peserta yang tidak sampai ke tempat tujuan tersebut.

Sesampainya di lokasi air terjun rasanya capek dan leleh selama perjalanan hilang oleh indahnya pemandangan air terjun, menurut informasi masyarakat setempat air terjun tersebut terdapat 21 satu undakan dengan ketinggian yang beragam.

"wow tidak rugi jalan jauh kesisni pokoknya indah sekali " ucap wagup kagum dan diiyakan oleh peserta yang lain.

Tidak berapa lama sebagian peseta terutama cowok sudah mulai melepas baju dan celana panjang dengan hanya bercelana pendek untuk mandi menikmati dinginnya air terjun dan tentunya tidak ketinggalan peserta cewek dan wakil bupati juga ikut mandi, bahkan sebagian peseta ada yang naik lagi ke tingkat yang lebih tinggi termasuk wakil Bupati.

Bukan hanya asyik menikmati air terjun tetapi juga sambil berfoto ria, ada yang berselfi ria bahkan foto rami-rami dengan wakil bupati. Setelah puas bermandi ria, kiranya sampai disini tidak ada kata yang dapat penulis sampaikan selain indahnya cipta kuasa sang pencipta.

sekitar pukul 16,00 peserta  turun untuk kembali pulang, mungkin oleh karena factor kelelehan tidak sedikit peserta yang mengalami masalah terutama yang berusia diatas 40 tahun serta peserta dengan bobot tubuh diatas 65 kilogram, namum lagi-lagi peranan petugas kesehatan cukup berguna walaupun diri sendiri juga mengalami hal serupa dengan peserta yang lain.

Pada saat perjalanan pulang waktu telah berganti dari terangnya matahari berganti pekatnya malam, bunyi binatang malam pun dihutan itu saling bersahutan.

Peserta terbagi menjadi dua jalur yakni ada yang lewat jalan awal  melalui bukit dengan resiko sedikit mendaki dan melelui jalur sungai dengan resiko dingin dan licinya bebatuan, ada beberapa peserta yang tergelincir diatas batu termasuk penulis mengalami keseleo pada kaki, bahkan dengan kaki tertatih penulis berjalan sambil meriris menahan sakit.

Tidak berbeda pada saat berangkat, waktu pulang pun  peserta lebih sering berhenti sejenak untuk istirahat sambil mengumpulkan tenaga sehingga bisa melanjutkan perjalanan lagi, dengan berbekal lampu dari handpone peserta terus berjalan diantara semak semak dan popohonan yang ada di daerah tersebut.

Sekitar pukul 19.00 malam penulis beserta beberapa peserta sampai di dusun Tampaan yang merupakan besecamp awal akan tetapi lagi-lagi wakil bupati beserta beberapa orang peserta sudah sampai disini sekitar jam 18,30. Sementara peserta yang lain termasuk penulis terlebih dulu di jemput oleh masyarakat setempat dengan menggunakan kendaraan roda 2 lebih kurang 3 kilometer dari dusun Tampaan begitu juga dengan peserta yang lainnya, Baru sekitar Pukul 20,00, seluruh peserta lengkap terkumpul di dusun Tampaan.

Sambil beristirahat, masyarakat setempat menyuuguhkan kopi panas dengan jajanan pisang sambil bercengkrama, setelah puas beristirahat peserta melanjutkan perjalan pulang menuju ibukota kabupaten Balangan dengan waktu tempuh lebih kurang 2 jam perjalanan, sekitar pukul 22,00 Penulis sampai didepan rumah.

Kerlip lampu didepan rumah kembali mengingatkan penulis akan rekan-rekan kesehatan yang mengabdikan diri disana, sungguh pengabdian yang luar biasa.

Teriring doa di hati...semoga mereka yang disana dimudahkan dalam mengabdikan dirinya, pada akhirnya.....penulis tatap salah satu bintang paling terang dari beranda, dan berharap ada rekan-rekan kesehatan yang menatap bintang yang sama di sudut sana.

"Kawanku,engkaulah bintangnya diatas sana," gumam penulis.


Nama Penulis : H. Abdullah Majidi, SKM (Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.)

 

 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali