^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Sejarah Kebersamaan Di Puskesmas Tebing Tinggi
SEJARAH & KEBERSAMAAN DI PUSKESMAS TEBING TINGGI
Diposting pada: Sabtu, 07/05/2016 | Hits : 1070 | Kategori: Kesehatan
 

Dari 13 Desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Tebing Tinggi, 3 Desa diantaranya merupakan kriteria daerah sangat terpencil, yaitu Desa Ajung, Iyam dan kambiyain, kemudian salah satu anak desa mayanau yaitu Panikin pun masuk dalam kategori tersebut. Desa atau anak desa yang masuk kategori sangat terpencil ini di didiami oleh warga dari Suku Dayak Pitap.

Dahulu sewaktu masih menjadi bagian dari kabupaten Hulu Sungai Utara, Puskesmas Tebing Tinggi merupakan Puskesmas Pembantu yang secara administratif masuk wilayah kecamatan Awayan, kemudian di bulan Januari 1988 dinaikkan statusnya menjadi Puskesmas Induk.

Bpk. Rahmadi, AMK, Kepala Puskesmas Tebing Tinggi mengenang, "meski telah menjadi Puskesmas induk, bangunan yang digunakan masih bangunan Pustu, persis disamping alkah Pekuburan milik masyarakat yang masih Kosong di Desa Simpang Nadung, bangunan itu pun terus dipakai hampir 10 tahun".

Baru tahun 1995 pindah kearah utara yang berjarak ± 50 meter dari Bangunan lama. karena bukan Bangunan permanen, tahun 2004 bangunan tersebut dibongkar dan di bangun permanen , yang sejak tahun 2005  sampai Sekarang ini menjadi bangunan Puskesmas diatas tanah hak pakai dari salah satu warga masyarakat,tahun 2009, tanah tersebut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan dibeli dan di jadikan sebagai asset daerah .

Beliau juga menjelaskan, bahwa sekitar tahun 90an kebawah, wilayah kerja puskesmas yang saat ini menjadi wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, terasa sekali suasana keterpencilannya. untuk sampai kesini yang berjarak hanya kurang lebih 30 km dari Kota Kabupaten, saat itu harus ditempuh dengan jalan kaki dari desa Bihara.

"Jalanan masa itu benar-benar khas pegunungan;berliku, terjal dan berbatu, pada musim hujan, jalan yang dilewati akan berkali-kali lipat kesulitannya, becek,licin,berlumpur" ujarnya.

Sungguh berbeda dengan keadaan sekarang ini, Puskesmas Tebing Tinggi berada di jalan Simpang Nadung nomor 1, kurang lebih 1 KM dari Pusat Kecamatan. suasana ramah dan penuh keakraban langsung terasa pada saat penulis berkunjung.

Kasubbag TU Puskesmas Tebing Tinggi, M. Hazairin, S.Kep, menuturkan, "Keakraban  adalah ciri khas disini, tak ada kubu-kubu, semua membaur, anggap saja kami semua ini, orang-orang yang sarantang saruntung. dengan anggapan tersebut, maka kami sangat minim pertentangan, karena didominasi oleh perasaan senasib dan sepenanggungan, kami saling percaya".

Beliau juga menjelaskan bahwa Luas wilayah kerja Puskesmas adalah 257,25 km2 , di sebelah Utara Berbatasan dengan Kecamatan Halong, sebelah Timur  Berbatasan dengan Kabupaten Kota Baru, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan sebelah Barat  berbatasan dengan Kecamatan Awayan, jumlah penduduk secara keseluruhan adalah 6.436 jiwa dan rata-rata mata pencaharian masyarakat adalah petani karet.

seperti Puskesmas lain pada umumnya, loket puskesmas Tebing Tinggi buka pelayanan dari pukul 08:00 s/d 12:00 wita, "namun biasanya loket baru ramai sekitar pukul 10 siang, hal ini karena masyarakat mempunyai kebiasaan ke puskesmas selepas pulang dari kebun" katanya menambahkan. 

Dalam catatan kepegawaian tercatat bahwa semua karyawan-karyawati puskesmas ini adalah 31 orang terdiri kapus,kasubag TU,bidan koordinator, 1 orang dokter PTT, Bidan Puskesmas 2 orang, bidan PTT 9 orang, Perawat berstatus PNSD 8 orang, dan sisanya adalah, perawat PTT, perawat TKS,Pranata Laboratorium, perawat gigi dan petugas Promkes masing-masing 1 orang.

dengan bangunan yang didominasi warna putih, dibandingkan dengan rumah-rumah penduduk disekitar Puskesmas nampak paling menjulang, menurut Bapak Rahmadi, "rancangan bangunan ini ditujukan agar semua isi bangunan aman dari serbuan banjir yang kadang terjadi diwilayah ini.

Diakhir wawancara penulis bertanya secara pribadi kepada kepada Bapak Rahmadi, AMK, tentang kelebihan puskesmas Tebing Tinggi dibanding Puskesmas yang lain, beliau bertutur "saya bukan penjual kecap yang lantas mengatakan puskesmas kami adalah puskesmas yang mempunyai kelebihan dibanding lainnya, namun Puskesmas Tebing Tinggi adalah Puskesmas kawula muda. secara umur, saya adalah yang tertua, dibawah saya adalah PNS tahun 2005 keatas, selayaknya kawula muda yang penuh dengan kreatifitas, banyak hal-hal baru yang tercipta disini karena kreatifitas mereka, diantaranya adalah Tungku penghancur sampah medis, Penggerak Saka Bakti Husada kecamatan Pertama di Balangan dan yang sedang dikerjakan adalah Aflikasi test kebugaran. Selanjutnya kami juga mempunyai kerukunan yang menjalankan misi-misi diluar kegiatan Puskesmas yaitu Putih Peduli dan Putih Adventure, Putih Peduli itu bergerak di bidang sosial, para anggotanya mengumpulkan sejumlah dana, yang kemudian dalam bentuk barang diserahkan kepada warga yang kurang mampu, sedangkan Putih Adventure, ini adalah kegiatan petualangan-petualangan pecinta alam. Dan Putih sendiri merupakan kependekan dari Puskesmas Tebing Tinggi Hijau . [Rie]

 

Posting Terkait Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali