^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Pemutakhiran Data Bukanlah Sesuatu Yang Monoton
PEMUTAKHIRAN DATA BUKANLAH SESUATU YANG MONOTON
Diposting pada: Selasa, 05/02/2013 | Hits : 7330 | Kategori: Kesehatan
 

Desk Data Profil Kesehatan 2012


Sanggam Sehat, Januari 2013.“Data ?” Jika kita dengar kata tersebut, identik dengan “sesuatu” yang monoton, serius, klasik dan lainnya. Data sering kita ingat, saat data tersebut diperlukan. Tetapi ada kalanya kita melupakannya saat dia kurang diperlukan lagi. Padahal data adalah sesuatu yang sangat penting dan selalu menyertai kehidupan, Seiring roda kehidupan berputar, selama program pembangunan berjalan, data selalu mengiringi hari-hari kita. Data merupakan suatu dasar, ibarat bangunan adalah pondasi yang harus kokoh, cermat, cepat, akurat serta reliabel. Data merupakan senjata, ujung tombak bagi insan pemerintahan atau civil society. Karena kita bagian dari pelaksana pemerintahan, data harus selalu kita bawa, kita siapkan lebih dahulu sebelum memulai kegiatan, misalnya sebagai bahan usulan, menghadiri pertemuan, pelatihan, berbicara di depan publik, penyuluhan.

 

Sebenarnya jika kita mengerjakannya sepenuh hati dan penuh keikhlasan, data merupakan sesuatu yang indah dan tidak menjenuhkan, dikala kita konsisten dan komitmen dengan perencanaan telah kita susun seiring program terlaksana.

Data merupakan kumpulan angka yang mempunyai arti, nilai, menjelaskan sesuatu hal (Kemekes RI. Manajemen Bank Data). Data sangat diperlukan untuk dasar perencanaan kegiatan, evaluasi program, target, realisasi kegiatan. Hasil keluaran suatu program atau realisasi anggaran kegiatan adalah nilai capaian (data realisasi yang “realistis” serta valid).  Adapun Dasar hukum perlunya manajemen data kesehatan kabupaten antara lain;

1) Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2) Kepmenkes No.1457/Menkes/SK/X/2005 tentang kebijakan SIKNAS & Strategis SIKNAS

3) Kepmenkes No.511 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan SIKDA Kabupaten / Kota

4) KepMenKes No. 932 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan SIKDA Kabupaten / Kota (Kemenkes RI. Dasar SIK. Petunjuk Bank data)

 

 

peserta desk data Profil kes 2012

 

Sebagaimana hal tersebut di atas,  manajemen  data sangat diperlukan demi kemajuan serta kualitas data yang tepat, akurat, handal serta terpercaya. Kumpulan data yang valid akan menciptakan informasi yang akurat juga. Data dan informasi tersebut, sangat diperlukan dalam penyusunan media informasi, khususnya bidang kesehatan (Buletin, website,  dan lainnya).  Tujuan tersebut akan terwujud, jika mulai tatanan dasar (Puskesmas). Pengelola entry data informasi mengentry data secara tepat waktu dan akurat, dalam maupun luar gedung dengan berbasis gender. Pengelola program wajib melaporkan hasil capaian tiap bulan pada Buku laporan bulanan, yang dikumpul tiap bulan di subbag pelaporan dan program Dinkes Balangan pada tanggal 1 (satu) atau awal bulan.

Hal tersebut dapat tercapai bila pengawasan pimpinan (Kepala Puskesmas) dalam bentuk motivasi sangat diperlukan dalam mendukung keberhasilan program. Selanjutnya data tersebut dikumpulkan dalam bank data SIK secara tahunan berupa Buku Profil atau laporan Tahunan Puskesmas. Jika kegiatan tersebut terlaksana, pemutakhiran/validasi data berjalan baik, sehingga laporan Tahunan atau profil Puskesmas dinas kesehatan atau Kabupaten dapat terlaksana dengan baik. (Siti/Red/Sanggam Sehat)

 

 

Posting Terkait Lainnya:

« Kembali